ADACIREBON – Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, ditargetkan mulai melayani penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) secara penuh pada akhir 2027.
Target tersebut seiring percepatan proyek penataan dan pengembangan infrastruktur Stasiun Manggarai yang menjadi bagian penting dari pembangunan jalur Double-Double Track (DDT).
Pengembangan ini dilakukan untuk mengatasi kepadatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan kapasitas dan kelancaran operasional transportasi berbasis rel di kawasan metropolitan Jakarta.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Denny Michels Adlan, mengatakan penataan Stasiun Manggarai dilaksanakan dalam beberapa tahap.
Saat ini, fase pertama telah rampung dan pemerintah bersiap melanjutkan pengerjaan fase kedua.
“Fase 1 sudah selesai dan fase 2 akan kita jalankan. Rencananya, target tahun 2027 selesai, akhir 2027. Itu berupa fasilitas naik turun untuk kereta jarak jauh, termasuk beberapa jembatan dan juga jalur,” ujar Denny dalam sesi media briefing di Jakarta Pusat.
Fasilitas Kereta Jarak Jauh Dibangun pada Fase Kedua
Pada pengembangan fase kedua, pemerintah akan melengkapi Stasiun Manggarai dengan berbagai fasilitas untuk mendukung pelayanan kereta api antarkota.
Sejumlah infrastruktur yang disiapkan meliputi peron khusus untuk naik dan turun penumpang KAJJ, pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO), serta penambahan dan pemisahan jalur kereta.
Pemisahan jalur tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mengoptimalkan perjalanan kereta jarak jauh dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line agar operasional keduanya tidak saling mengganggu.
Dengan fasilitas baru tersebut, Stasiun Manggarai nantinya tidak hanya menjadi stasiun transit utama bagi pengguna KRL dan KA Bandara, tetapi juga berfungsi sebagai salah satu pusat pelayanan keberangkatan dan kedatangan kereta api jarak jauh di Jakarta.
Pengembangan Stasiun Manggarai Bagian dari Proyek DDT
Penataan Stasiun Manggarai merupakan bagian dari pengembangan proyek Double-Double Track (DDT) yang bertujuan meningkatkan kapasitas jalur kereta api, mengurangi kepadatan perjalanan, serta memperlancar mobilitas penumpang.
Denny menjelaskan, keberadaan fasilitas KAJJ di Stasiun Manggarai akan dioperasikan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan seluruh infrastruktur pendukung.
“Kalau kita kan sekarang lagi menangani Stasiun Manggarai. Itu salah satu pendukung DDT juga. Nanti kereta api jarak jauh bisa dilayani naik turun di sana,” jelasnya.
Penataan Fasilitas KAJJ Ditargetkan Selesai Akhir 2027
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan penataan yang berkaitan dengan pelayanan KAJJ tersebut selesai pada akhir 2027.
Jika target tersebut tercapai, Stasiun Manggarai akan memiliki peran yang semakin strategis dalam jaringan perkeretaapian Jabodetabek maupun perjalanan kereta antarkota.
Selain meningkatkan kapasitas pelayanan, pengembangan ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi kereta api yang lebih terintegrasi, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.***









Tulis komentar Anda…Beri Komentar