ADACIREBON – Kemudahan transaksi keuangan digital kini semakin dekat dengan kehidupan remaja. Mulai dari pembayaran menggunakan QRIS, berbelanja daring, hingga transfer uang melalui aplikasi perbankan telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Namun, kemudahan tersebut belum sepenuhnya diiringi kemampuan mengelola keuangan dan memahami risiko transaksi digital.
Hal ini tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.
Indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia pada kelompok usia 15–17 tahun tercatat sebesar 56,04 persen, masih tertinggal dibandingkan angka nasional yang mencapai 69,57 persen.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan menggunakan teknologi keuangan tidak selalu sejalan dengan pemahaman dalam mengambil keputusan finansial.
Terlebih, ancaman kejahatan siber terus berkembang dengan berbagai modus yang menyasar pengguna layanan keuangan digital.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat sebanyak 702.342 laporan penipuan keuangan digital selama periode 22 November 2024 hingga 30 September 2026.
Situasi ini menunjukkan pentingnya membangun kesadaran finansial sejak usia sekolah. Remaja tidak hanya perlu memahami cara menggunakan uang, tetapi juga harus mampu menentukan prioritas, mengenali risiko, serta melindungi informasi pribadi ketika bertransaksi.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M Rusli, menilai generasi muda perlu mendapatkan pembekalan literasi keuangan yang sesuai dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak.
“Literasi keuangan merupakan bekal penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menyenangkan, dan relevan agar kebiasaan kecil yang dibangun hari ini menjadi fondasi kemandirian finansial mereka di masa depan,” ujar Meliza.
Kebiasaan Sederhana Menjadi Awal Kemandirian Finansial
Kemampuan mengelola keuangan tidak harus dimulai dengan konsep yang rumit. Remaja dapat membangun kebiasaan finansial sehat melalui pengelolaan uang saku sehari-hari.
Ada tiga kebiasaan dasar yang dapat diterapkan sejak dini.
- Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan mengenali skala prioritas, remaja dapat lebih bijak menentukan penggunaan uang jajan.
- Menerapkan pola smart spending dengan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung sebelum menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif.
- Membiasakan diri mempertimbangkan setiap keputusan pembelian, termasuk memahami manfaat dan dampak pengeluaran dalam jangka panjang.
Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk pola pikir finansial yang lebih terencana sehingga remaja tidak mudah terjebak dalam perilaku konsumtif.
Permata Bank Ajak Pelajar Belajar Mengelola Uang Secara Interaktif
Untuk memperluas pemahaman finansial di kalangan pelajar, Permata Bank menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Permata CERITA 2026 dengan tema “24 Tahun, 24 Kota, 1 CERITA”.
Program ini menyasar siswa SMP di 24 kota melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan aplikatif.
Dalam pelaksanaannya, para siswa menggunakan MODul finansiAL (MODAL) untuk mempelajari pengelolaan uang melalui simulasi yang dekat dengan aktivitas keseharian.
Kegiatan tersebut juga didampingi lebih dari 500 Employee Volunteers yang turut membantu proses pembelajaran.
Melalui metode ini, edukasi keuangan tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada pelajar dalam memahami cara mengatur uang dan menentukan prioritas pengeluaran.
Daftar Sekolah Sasaran Permata CERITA 2026 di 24 Kota
- Jakarta — MTs Imadun Najah
Jl. Malaka HB, RT 07 RW 06, Kel. Rorotan, Kec. Cilincing, Jakarta Utara 14140. - Bogor — SMPN 11 Bogor
Jl. Sempur No. 46, RT 05/RW 01, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129. - Tangerang Selatan — SMP PGRI 2 Ciputat
Jl. Cendrawasih Raya No. 9, RT 001/RW 001, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan. - Karawang — SMPN 1 Karawang Barat
Jl. Sukarja Jayalaksana, Nagasari, Karawang Barat. - Semarang — SMPN 5 Semarang
Jl. Sultan Agung No. 9, Wonotinggal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. - Solo — SLB Negeri Kota Surakarta
Jl. Cocak X, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. - Yogyakarta — SMPN 3 Ngaglik
Jl. Pandanaran No. 900 m, Turen, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. - Denpasar — SMPN 4 Denpasar
Jl. Gunung Agung, Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80111. - Medan — SMP Negeri 37 Medan
Jl. Timor No. 36-B, Kel. Gaharu. - Surabaya — SMP Dapena 1
Jl. Sumatera No. 112–114, Surabaya. - Bandung — SMP Ganesha
Jl. Moh. Toha No. 84, Kota Bandung. - Makassar — SMP Katolik Belibis
Jl. Belibis No. 44, Lette, Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90124. - Pontianak — SMP Islam Tahfizhul Quran
Jl. Pramuka Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78381. - Samarinda — SMP Negeri 11 Samarinda
Jl. Perjuangan 7 No. 55, Samarinda. - Serang — SMPN 20 Kota Serang
Jl. Lebak Sili Gempol, Wr. Jaud, Kecamatan Kaseman, Kota Serang, Banten 42191. - Cirebon — SMP Negeri 17 Kota Cirebon
Jl. Kalitanjung P. Grenjeng, Kec. Harjamukti, Kota Cirebon. - Sukabumi — MTs Hikmatunnidzom
Jl. Pajajaran 1 KM 05, Desa Cikujang, Kecamatan Gunung Guruh, Kab. Sukabumi. - Tasikmalaya — SMP Nurul Iman
Jalan Sirna Galih, RT 004 RW 005, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. - Malang — SMP Kristen 1 YPK
Jl. Kelud No. 14, Malang. - Badung — Sekolah Mentari Fajar
Jl. Goa Gong No. 6, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80361. - Gresik — SMP Islam Mambaul Ulum
Jl. Sunan Giri VII No. 23, Kebomas, Gresik. - Sangatta — MTs Nurul Hikmah
Jl. Hidayatulah, Gg. Hikmah No. 51, Teluk Lingga, Sangatta Utara. - Pangkal Pinang — SMP Budi Mulia
Jl. Budi Mulia No. 107, Kec. Girimaya, Kel. Pasar Padi. - Lampung — SMP Widya Dharma
Jl. Tirtaria No. 28, y Kandis, Kec. Tanjung Senang, Bandar Lampung 35131.*









Tulis komentar Anda…Beri Komentar