ADACIREBON – Pemerintah mulai mempersiapkan penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar (SD).
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menggelar pelatihan bagi 59.575 guru kelas SD di seluruh Indonesia.
Program peningkatan kompetensi guru ini dijadwalkan mulai berlangsung pada awal November 2026.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menggandeng 107 perguruan tinggi yang memiliki program studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan kesiapan tenaga pendidik sebelum bahasa Inggris resmi diberlakukan sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD.
59.575 Guru SD Akan Mendapat Pelatihan Bahasa Inggris
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa program pelatihan berskala nasional ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan kompetensi guru.
Menurutnya, pelatihan yang akan dilaksanakan pada November 2026 merupakan kelanjutan dari program pengembangan kemampuan guru yang telah berjalan sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, sebanyak 5.777 guru kelas SD telah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mengajar bahasa Inggris.
“Pelatihan ini melanjutkan upaya peningkatan kompetensi guru yang telah berjalan sepanjang 2026. Sebelumnya, sebanyak 5.777 guru kelas telah mengikuti pelatihan mengajar Bahasa Inggris,” jelas Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, program lanjutan tersebut diperlukan agar semakin banyak guru memiliki kemampuan yang memadai untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar.
“Melalui program lanjutan ini, Kemendikdasmen menyiapkan lebih banyak guru agar memiliki kecakapan yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar,” tuturnya.
Gandeng 107 Perguruan Tinggi untuk Latih Guru
Untuk menyukseskan program tersebut, Kemendikdasmen melibatkan 107 perguruan tinggi yang memiliki program studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kualitas pelatihan melalui pendampingan akademis, penyusunan materi, serta penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa SD.
Para akademisi dan tenaga ahli pendidikan bahasa Inggris dari perguruan tinggi mitra akan mendukung pelaksanaan pelatihan dengan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan perkembangan anak usia sekolah dasar.
Dengan demikian, guru kelas tidak hanya dibekali kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga keterampilan menyampaikan materi secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa.
Bahasa Inggris Wajib Mulai Kelas 3 SD
Penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD menjadi salah satu agenda pemerintah dalam memperkuat kemampuan bahasa asing sejak pendidikan dasar.
Kesiapan guru menjadi faktor penting agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara merata, termasuk di sekolah-sekolah yang selama ini belum memiliki tenaga pendidik khusus bahasa Inggris.
Melalui pelatihan terhadap 59.575 guru dan kerja sama dengan 107 perguruan tinggi, Kemendikdasmen berharap proses transisi menuju pemberlakuan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib dapat berjalan dengan baik.
Program ini sekaligus menjadi upaya memperluas akses pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa SD di berbagai wilayah Indonesia, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan bahasa asing sejak dini.*













Tulis komentar Anda…Beri Komentar