adacirebon.com – Tradisi Sedekah Bumi kembali menyatukan warga Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.

Masyarakat dari lima dusun membawa gunungan berisi aneka hasil bumi dan hasil tambak dalam perayaan yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026).

Tradisi turun-temurun ini menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah generasi muda.

Bagi masyarakat Melakasari, Sedekah Bumi bukan sekadar agenda tahunan.

Tradisi ini menjadi ruang pertemuan warga lintas dusun untuk mempererat persaudaraan, merawat kebersamaan, dan mensyukuri rezeki yang mereka peroleh sepanjang tahun.

Kepala Desa Melakasari, Sohibi, mengatakan masyarakat terus mempertahankan tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas desa.

Ia menilai Sedekah Bumi memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar perayaan adat.

“Kami akan terus menjaga tradisi warisan leluhur ini kepada lintas generasi. Karena, hal ini bukan sekadar adat, melainkan cerminan hati masyarakat yang bersyukur,” kata Sohibi.

Sementara itu, grebek hasil bumi menjadi salah satu bagian utama dalam perayaan Sedekah Bumi di Desa Melakasari.

Warga dari lima dusun berpartisipasi dengan membawa gunungan yang berisi beragam hasil pertanian dan tambak.

Kehadiran hasil bumi tersebut melambangkan rasa syukur masyarakat atas rezeki yang mereka terima.

Bagi warga yang menggantungkan penghidupan pada sawah dan tambak, hasil panen menjadi bagian penting dari keberlangsungan ekonomi keluarga.

Melalui tradisi ini, masyarakat juga memperlihatkan hubungan erat antara kehidupan sehari-hari, alam, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh generasi terdahulu.

Keterlibatan warga dari berbagai dusun turut memperkuat makna kebersamaan dalam pelaksanaan kegiatan.

Masyarakat tidak hanya berkumpul untuk mengikuti prosesi, tetapi juga berpartisipasi dalam menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan desa.

Sohibi berharap keterlibatan tersebut dapat terus berlanjut sehingga generasi berikutnya mengenal dan memahami makna Sedekah Bumi.

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan kepedulian bersama agar tradisi tidak berhenti pada satu generasi.