ADACIREBON – Motor listrik tidak membutuhkan penggantian oli mesin seperti motor bensin. Namun, perawatannya tetap perlu diperhatikan, terutama pada baterai, sistem kelistrikan, ban, dan rem.

Kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh. Cara mengisi daya, membersihkan kendaraan, hingga mengenali perubahan saat berkendara menjadi bagian dari perawatan yang bisa dimulai di rumah.

Bagi pemilik baru, langkah pertama adalah membaca buku pedoman kendaraan. Petunjuk satu model belum tentu berlaku untuk motor lain karena jenis baterai, sistem pengisian, dan konstruksinya dapat berbeda.

Berikut enam tips merawat motor listrik yang perlu diperhatikan.

1. Jangan Biasakan Baterai sampai Kosong

Sebelum berangkat, lihat kembali indikator daya dan sesuaikan dengan rencana perjalanan. Jangan hanya memperkirakan apakah baterai masih cukup untuk sampai ke tujuan, tetapi pertimbangkan juga perjalanan pulang.

Dalam panduan perawatannya, Yamaha mengingatkan pengguna agar tidak sering membiarkan baterai motor listrik benar-benar kosong. Pengisian juga perlu dihindari ketika kondisi baterai atau lingkungan terlalu panas.

Untuk batas pengisian dan suhu yang diperbolehkan, ikuti petunjuk model kendaraan masing-masing.

2. Gunakan Charger yang Sesuai

Bentuk colokan yang terlihat cocok belum menjamin sebuah charger sesuai dengan baterai kendaraan.

Yamaha menyarankan penggunaan charger bawaan atau perangkat yang direkomendasikan produsen. Ketidaksesuaian arus pengisian dapat memengaruhi usia pakai baterai.

Karena itu, saat membutuhkan pengganti, pastikan spesifikasinya melalui buku pedoman atau layanan resmi. Hindari memilih charger hanya berdasarkan harga dan kecocokan bentuk konektornya.

3. Hindari Semprotan Air Bertekanan Tinggi

Setelah melewati jalan berlumpur, motor tentu perlu dibersihkan. Namun, jangan langsung menyemprot seluruh bagiannya dengan alat cuci bertekanan tinggi.

Dalam panduan pencucian kendaraan listriknya, Honda menyarankan penggunaan aliran air perlahan. Tekanan air yang kuat berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem kelistrikan.

Honda juga mengingatkan agar kendaraan sudah dingin sebelum dicuci, terutama setelah digunakan berkendara.

Sampaikan kepada petugas tempat pencucian bahwa kendaraan menggunakan penggerak listrik dan tunjukkan bagian yang perlu dihindari sesuai buku pedoman.

4. Bedakan Membersihkan Bodi dengan Baterai

Cara membersihkan bodi tidak bisa langsung diterapkan pada baterai penggerak.

Sebagai contoh, panduan Honda untuk EM1 e: melarang baterai penggerak terkena percikan air maupun dilap menggunakan kain basah. Pembersihan dilakukan dengan kain kering, disertai perhatian agar terminal baterai tidak disentuh langsung.

Petunjuk tersebut menunjukkan pentingnya membaca panduan baterai secara terpisah dari panduan kendaraan. Jangan melepas atau membersihkan bagian kelistrikan di luar prosedur yang ditetapkan produsen.

5. Periksa Tekanan Ban dan Kondisi Rem

Perhatian terhadap baterai jangan sampai membuat ban dan rem terlewat.

Polytron menjelaskan bahwa tekanan ban yang kurang dapat membuat kendaraan tidak stabil dan boros energi. Pemeriksaan serta penyesuaiannya perlu mengikuti rekomendasi produsen.

Sistem pengereman juga harus diperiksa secara rutin agar tetap berfungsi optimal.

Jika pengereman terasa berbeda dari biasanya atau ban tampak kehilangan tekanan, lakukan pemeriksaan sebelum melanjutkan pemakaian harian.

6. Tetap Jalani Pemeriksaan Berkala

Motor yang masih bisa berjalan belum tentu seluruh komponennya dalam kondisi baik.

Dalam panduan Polytron, pemeriksaan berkala mencakup sistem kelistrikan, termasuk kondisi sambungan dan kabel yang aus atau terkelupas. Pemilik juga dianjurkan memahami buku pedoman dan membawa kendaraan untuk pengecekan rutin.

Ikuti jadwal servis sesuai model kendaraan. Bila menemukan kabel rusak atau peringatan pada panel instrumen, minta pemeriksaan teknisi yang memahami kendaraan tersebut.

Merawat motor listrik dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: memeriksa daya sebelum berangkat, menggunakan charger yang sesuai, mencuci dengan benar, serta memperhatikan ban dan rem. Dengan begitu, pemilik tidak hanya bergantung pada indikator baterai untuk menilai kesiapan kendaraannya.***