ADACIREBON – Sebanyak delapan fasilitas kesehatan dilibatkan dalam penanganan ratusan korban yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cirebon hingga Rabu (21/10/2026) siang, jumlah korban mencapai 270 orang. Mereka terdiri atas 231 anak-anak, mayoritas murid sekolah dan peserta day care, serta 39 orang dewasa, termasuk guru, orang tua murid, dan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 5.
Hingga Rabu malam, sebagian korban masih menjalani perawatan. Penanganan medis dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi penumpukan pasien.
Namun, terdapat perbedaan antara angka total korban dan rincian penanganan per fasilitas kesehatan dalam data yang dihimpun. Rincian tersebut mencatat 264 pasien, terdiri atas 228 anak-anak dan 36 orang dewasa, dengan 176 pasien menjalani rawat inap serta 88 pasien mendapatkan layanan rawat jalan. Selisih dengan total 270 korban masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Pasien Mulai Berdatangan Sejak Selasa Sore
Di RSD Gunung Jati Kota Cirebon, puluhan korban mulai memadati Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 17.50 WIB.
Direktur Utama RSD Gunung Jati Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., menjelaskan bahwa keluhan yang paling banyak dialami pasien adalah mual dan muntah.
Tim medis memberikan penanganan untuk meredakan gejala sekaligus mengantisipasi risiko dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh.
“Dampak keracunan ini menembus berbagai kalangan yang berada di lingkungan sekolah dan pemenuhan gizi,” terang Katibi, Rabu (21/10/2026).
Katibi menambahkan, pasien yang ditangani di rumah sakit tersebut tidak hanya berasal dari kalangan siswa, tetapi juga mencakup dua petugas SPPG, dua guru, serta empat orang tua siswa.
Rincian Penanganan di Delapan Fasilitas Kesehatan
Penanganan pasien disebar ke delapan fasilitas kesehatan di Kota Cirebon. Berdasarkan rincian yang dihimpun, RS Ciremai mencatat jumlah pasien rawat inap terbanyak, yakni 85 orang.
Berikut rincian penanganan pasien di masing-masing fasilitas:
- RS Ciremai: 85 pasien, terdiri atas 74 anak-anak dan 11 orang dewasa. Seluruhnya menjalani rawat inap.
- RSD Gunung Jati: 71 pasien, terdiri atas 63 anak-anak dan delapan orang dewasa. Sebanyak 11 pasien menjalani rawat inap dan 60 pasien rawat jalan.
- RS Putera Bahagia: 59 pasien, terdiri atas 51 anak-anak dan delapan orang dewasa. Sebanyak 46 pasien menjalani rawat inap dan 13 pasien rawat jalan.
- RS Medimas: 26 pasien, terdiri atas 19 anak-anak dan tujuh orang dewasa. Sebanyak 17 pasien menjalani rawat inap dan sembilan pasien rawat jalan.
- RS Cahaya Bunda: 12 pasien anak-anak. Seluruhnya menjalani rawat inap.
- PAD: lima pasien anak-anak. Seluruhnya menjalani rawat inap.
- RS Pelabuhan: tiga pasien, terdiri atas dua anak-anak dan satu orang dewasa. Seluruhnya mendapatkan layanan rawat jalan.
- RS Sumber Kasih: tiga pasien, terdiri atas dua anak-anak dan satu orang dewasa. Seluruhnya mendapatkan layanan rawat jalan.
Pihak Rumah Sakit Tanggapi Kabar Korban Meninggal
Sebelumnya, sempat beredar kabar di masyarakat mengenai adanya korban meninggal dunia. Menanggapi kabar tersebut, pihak RSD Gunung Jati menyatakan bahwa kondisi pasien yang ditangani secara umum stabil dan mendapatkan perawatan memadai.
“Kondisi pasien yang ditangani secara umum dalam penanganan yang baik. Pasien yang belum diperbolehkan pulang masih menjalani observasi atau perawatan di ruang rawat inap biasa, dan tidak ada pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU),” tandas dr. Katibi.
Ia menyampaikan bahwa tim medis di seluruh fasilitas kesehatan terkait masih berfokus pada pemulihan kondisi para korban, khususnya penanganan hidrasi bagi pasien anak-anak.
Biaya Perawatan Ditanggung SPPG
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawaty, menyampaikan bahwa biaya perawatan korban dugaan keracunan MBG di Kalijaga ditanggung oleh SPPG Kalijaga 5 dan tidak menggunakan jaminan BPJS Kesehatan.
“Biaya ditanggung SPPG (SPPG Kalijaga 5). Kalau kondisi ini tidak bisa ditanggung BPJS,” tegas dr. Siti Maria Listiawaty, Rabu (21/10/2026).
Penegasan tersebut disampaikan untuk memberikan kepastian kepada para korban dan keluarga mengenai pembiayaan selama menjalani perawatan.
Untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan tanpa terkendala administrasi maupun biaya, Dinas Kesehatan Kota Cirebon mengoordinasikan penanganan di delapan fasilitas kesehatan.
Laporan kejadian yang masuk sejak Selasa (20/10/2026) sore ditangani secara bertahap, mulai dari RS Siloam Putera Bahagia, RS Ciremai, RSD Gunung Jati, hingga fasilitas kesehatan lainnya.***













Tulis komentar Anda…Beri Komentar