ADACIREBON – Pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Books resmi memperluas jangkauan literasi ke Kota Cirebon.
Untuk pertama kalinya, ajang berburu buku berskala internasional tersebut hadir dengan membawa lebih dari 1 juta koleksi buku internasional untuk masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Pameran berlangsung mulai 24 September hingga 4 Oktober 2026 di Grand Ballroom, Swiss-Belhotel CSB Mall Cirebon.
Pengunjung dapat memasuki area pameran secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Kehadiran BBW di Cirebon menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat daerah terhadap bahan bacaan berbahasa Inggris dan berbagai koleksi internasional.
Selain menawarkan pilihan buku yang beragam, pameran ini juga menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh buku dengan harga yang lebih terjangkau.
Founder Big Bad Wolf Books, Andrew Yap, mengatakan ekspansi ke kota-kota berkembang seperti Cirebon menjadi bagian dari misi BBW untuk mengurangi hambatan masyarakat dalam mendapatkan bacaan bermutu.
“Ekspansi ke kota-kota berkembang seperti Cirebon merupakan wujud nyata misi global BBW dalam menghapus hambatan akses terhadap bacaan bermutu,” kata Andrew Yap, Jumat (25/9/2026).
Menurut Andrew, sejak awal BBW meyakini setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan membaca dan belajar melalui buku.
Karena itu, pihaknya terus menghadirkan koleksi bacaan berkualitas dengan pilihan yang semakin beragam.
Upaya tersebut juga diarahkan agar buku dapat dijangkau lebih banyak masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau.
Dengan begitu, manfaat membaca diharapkan tidak hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar.
“Kehadiran Big Bad Wolf Books untuk pertama kalinya di Cirebon menjadi bagian dari perjalanan kami untuk membawa akses literasi ke lebih banyak kota di Indonesia,” ujar Andrew.
BBW Bidik Pelajar hingga Komunitas
Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan Cirebon memiliki potensi pasar sekaligus antusiasme literasi yang datang dari berbagai kelompok masyarakat.
Menurut dia, pelajar, keluarga hingga komunitas menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki kebutuhan terhadap akses buku dengan pilihan lebih luas.
“Cirebon menjadi salah satu kota yang sangat kami nantikan untuk dapat dikunjungi,” kata Marthius.
Dia menegaskan kehadiran BBW di Cirebon tidak semata-mata membawa jutaan buku. Pameran tersebut juga ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk menemukan bacaan sesuai minat masing-masing.
Marthius berharap keberadaan BBW Cirebon dapat menciptakan pengalaman membaca dan berburu buku yang menyenangkan.
“Kami berharap BBW Cirebon dapat menjadi ruang yang menyenangkan bagi pelajar, keluarga, komunitas, dan masyarakat untuk berburu buku sekaligus membangun kebiasaan membaca,” tuturnya.













Tulis komentar Anda…Beri Komentar