adacirebon.com – Sebuah rumah di Jalan Sutawinangun, Gang Tawekal, RT 003, RW 006, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon terbakar pada Selasa (13/10/2026).
Api diduga berasal dari sampah yang dibakar oknum warga secara sembarangan.
Warga tersebut diduga membakar sampah yang ada di belakang rumah hingga akhirnya api merembet hingga mengakibatkan rumah terbakar.
Akibat kebakaran hebat tersebut, warga sekitar dan area Cirebon Super Block (CSB) Mall terkena dampak asap dan hawa panas dari api dari rumah yang terbakar.
Kepulan asap tebal membubung ke udara dan sempat mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi, termasuk kawasan pertokoan yang tidak jauh dari titik kebakaran.
Situasi itu membuat sejumlah pengunjung dan pedagang di area tersebut berjaga-jaga sembari menunggu proses pemadaman selesai.
Menurut Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, laporan insiden tersebut diterima dari Kuwu Sutawinangun, Dias Fakhnuritasari.
Laporan yang masuk segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel menuju lokasi kejadian.
Disdamkarmat langsung menerjunkan regu 2 Damkar Sektor Weru menuju lokasi kebakaran dan langsung melakukan pemadaman ke seluruh ruangan yang terbakar.
Proses pemadaman juga melibatkan BPBD, petugas PLN, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Anggota Polsek Kedawung, kepala desa Sutawinangun serta masyarakat setempat.
“Proses pemadaman dibantu oleh Damkar Kota Cirebon dengan mengerahkan 4 unit. Kemudian untuk mengantisipasi air habis, Damkar Weru meminta bantuan Sektor Gunung Jati dan Sektor Sumber,” ujar Eno.
Keterlibatan berbagai pihak itu mempercepat penanganan di lapangan, terutama untuk mengatur arus warga dan mengamankan area sekitar dari jangkauan api.
Kemudian untuk mengantisipasi air habis, Damkar Weru meminta bantuan Sektor Gunung Jati dan Sektor Sumber.
Setelah api padam, petugas langsung melakukan proses pendinginan dengan menyemprotkan air ke seluruh bagian bangunan yang terbakar, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap tipis.
Langkah itu dinilai penting mengingat bangunan yang terbakar menyisakan material yang mudah memicu api kembali.
“Setelah berjibaku sekira 45 menit, api berhasil dipadamkan. Untuk memastikan tidak ada bara api tersisa, petugas kemudian melakukan pendinginan,” tambah Eno.
Api Diduga Berasal dari Belakang Rumah
Sementara itu, berdasarkan keterangan warga, penyebab kebakaran diduga dari oknum yang membakar sampah di belakang rumah.
Hal itu terlihat dari titik pertama api muncul yang diketahui warga setempat berada di belakang sebelah selatan rumah.
Api kemudian langsung menjalar ke ruangan lalu membakar yang lainnya. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melakukan penanganan awal sembari menunggu petugas datang ke lokasi.
Titik awal api yang berada di area belakang rumah membuat kobaran cepat menyebar ke bagian dalam bangunan.
Material yang mudah terbakar di dalam ruangan mempercepat api membesar, sehingga asap tebal menutupi kawasan sekitar dalam waktu singkat.
Sejumlah warga memilih menjauh dari lokasi untuk menghindari paparan asap yang pekat.
Eno menyampaikan, luas yang terbakar sekitar 385M² dari total luas sekitar 400M². Untuk korban jiwa dan luka tidak ada.
Namun, nilai kerugian dari terbakarnya rumah kosong milik CSB Mall itu belum terungkap.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih mencatat dan menginventarisasi bangunan yang terdampak untuk memperkirakan besaran kerugian.
Rumah yang terbakar diketahui dalam kondisi kosong, sehingga tidak ada penghuni yang terjebak di dalam bangunan saat peristiwa berlangsung.
Meski demikian, kebakaran tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran bagi warga di sekitar karena lokasinya berdekatan dengan permukiman dan kawasan komersial.
Warga berharap penanganan menyeluruh dilakukan agar potensi kejadian serupa dapat dicegah pada masa mendatang.













Tulis komentar Anda…Beri Komentar