adacirebon.com — Sebuah bus berhenti di jalan yang diapit pepohonan dan bangunan sederhana. Sejumlah orang terlihat di sekitarnya. Pemandangan itu terekam dalam foto tahun 1927 yang kini menjadi koleksi Wereldmuseum, Belanda.
Keterangan arsipnya berbunyi Autobus Cheribon-Bandoeng bij Kadipaten, yang berarti bus Cirebon–Bandung di dekat Kadipaten. Nama fotografernya tidak diketahui. Dari keterangan singkat tersebut, tersimpan dokumentasi angkutan antarkota yang melintasi wilayah sekitar Cirebon hampir seabad lalu.
Bentuk busnya berbeda dengan kendaraan penumpang sekarang. Bagian depan menonjol, dengan badan kendaraan memanjang di belakangnya. Foto diambil dari samping sehingga bus dan suasana jalan dapat dilihat sekaligus.
Ketika jumlah bus mulai bertambah
Catatan pendamping koleksi museum, yang merujuk tulisan P. Boomgaard tahun 2001, memberi gambaran perkembangan kendaraan bermotor di Jawa.
Pada 1925, jumlah bus di Jawa disebut belum mencapai 200 unit. Empat tahun kemudian, jumlahnya sudah melampaui 3.000 unit. Angka tersebut berlaku untuk Jawa secara keseluruhan, bukan khusus rute Cirebon–Bandung. Bus dalam foto Kadipaten ini berada di tengah masa pertumbuhan angkutan tersebut.
Kadipaten sebagai simpul perjalanan
Penyebutan Kadipaten dalam arsip mendapat konteks dari dokumen perencanaan daerah Majalengka. Dalam RPJMD Kabupaten Majalengka 2025–2029, Kadipaten ditempatkan sebagai simpul perlintasan regional yang menghubungkan Bandung dan Cirebon.
Dokumen itu menjelaskan posisi kawasan Kadipaten dan Kertajati di sekitar pertemuan koridor Bandung–Cirebon dengan jalur utara–selatan. Letak tersebut menjadi salah satu dasar penataan pusat pelayanan wilayah.
Keterangan pemerintah daerah tersebut membantu menjelaskan posisi Kadipaten dalam jaringan perjalanan sekarang. Namun, dokumen itu tidak memastikan bahwa seluruh ruas yang dilalui bus pada 1927 sama dengan jalur kendaraan masa kini.
Identitas perusahaan bus, harga tiket, dan lama perjalanan juga belum tercantum dalam keterangan foto. Karena itu, rincian tersebut belum dapat ditambahkan.
Yang dapat dipastikan dari arsip ini adalah dokumentasi bus berlabel rute Cirebon–Bandung di dekat Kadipaten pada 1927. Sebelum perjalanan antarkota hadir dengan kendaraan dan jaringan jalan seperti sekarang, sebuah bus sudah lebih dahulu terekam di jalur penghubung kedua kota itu.












Tulis komentar Anda…Beri Komentar