ADACIREBON – Sejumlah situs yang menyimpan benda cagar budaya di Kabupaten Cirebon dinilai kurang terjaga. Salah satunya berada di Desa Sarwadadi, Kecamatan Talun, yang diduga merupakan peninggalan Kerajaan Indraprahasta.

Menurut pengamat seni dan budaya Cirebon, Yan Mulyana, pada 1990-an terdapat puluhan batu yoni yang masih berdiri tegak di pinggir jalan di Sarwadadi. Namun, kini jumlahnya tinggal beberapa.

“Entah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat atau malah dicuri oleh kolektor benda-benda bernilai sejarah, belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait hal ini,” kata Yan Mulyana, Rabu (28/10/2026).

Sementara itu, seorang warga Desa Sarwadadi yang mengaku bernama Eman (50) mengatakan, dahulu banyak batu panjang berdiri di pinggir jalan persawahan tersebut. Seiring berjalannya waktu, jumlahnya terus berkurang tanpa diketahui siapa yang mengambilnya.

Eman menyesalkan hilangnya sejumlah benda tersebut. Ia menilai pemerintah daerah melalui dinas terkait lamban dalam melakukan pelestarian dan pengamanan Situs Sarwadadi sehingga kondisinya tidak lagi utuh seperti dahulu.

“Saat ini situs batu Yoni Sarwadadi tinggal beberapa buah saja yang berada di bawah pohon beringin tua. Oleh masyarakat juga dibangun tembok keliling meskipun hanya sebagian, untuk mengamankan benda cagar budaya tadi,” katanya.

Ketua Forum Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula, R. Chaedir, turut menyesalkan hilangnya sejumlah batu yoni di Situs Sarwadadi.

Menurut Chaedir, pemeliharaan cagar budaya bukan semata-mata tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat dan pelaku usaha. Apabila dikembangkan sebagai tujuan wisata, keberadaan situs tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Di Kabupaten Cirebon terdapat sebanyak 161 situs, sebagian besar dipelihara masyarakat setempat atau dikelola pemerintah desa, sebagian dikelola pemerintah daerah,” terang Chaedir.

Ia meminta pemerintah desa dan masyarakat di sekitar situs, terutama Situs Sarwadadi, tetap memiliki kepedulian untuk memelihara peninggalan yang ada.

Chaedir menyebut sekumpulan batu yoni di Sarwadadi berkaitan dengan Kerajaan Indraprahasta, jauh sebelum Islam masuk ke Cirebon. Ia mengaitkannya dengan keberadaan Kerajaan Wanagiri di wilayah selatan, Singapura dan Surantaka di wilayah utara, serta Japura di wilayah timur sekitar abad ke-11 dan ke-12 Masehi.

Ia menambahkan, kerajaan yang tercatat umumnya merupakan kerajaan besar dengan bentuk serikat. Menurutnya, Indraprahasta dan beberapa kerajaan di sekitarnya diduga kuat merupakan bawahan Kerajaan Galuh, yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan Pajajaran.***