adacirebon.com — Jalan itu membentang di antara deretan pohon besar. Batang-batangnya berdiri dekat tepi jalan, sementara tajuknya menaungi sebagian lintasan. Dalam bingkai hitam putih, suasana jalan Cirebon menuju Kuningan pada Juli 1927 terlihat lengang.

Foto tersebut tersimpan dalam koleksi Wereldmuseum, Belanda, dengan judul Weg van Cheribon naar Koeningan, West-Java. Artinya, jalan dari Cirebon menuju Kuningan, Jawa Barat. Nama fotografernya tidak tercantum.

Di permukaan jalan belum terlihat marka pemisah lajur. Pepohonan menjadi unsur paling menonjol di kedua sisinya. Namun, satu jepretan ini tentu tidak menggambarkan kepadatan lalu lintas sepanjang hari.

Keterangan arsip juga belum menyebut nama desa atau titik pengambilan gambar. Karena itu, foto tersebut belum bisa ditempatkan secara pasti di salah satu ruas jalan yang dikenal sekarang. Yang tercatat adalah arah perjalanan dan waktu pemotretannya.

Cirebon dan Kuningan dalam catatan sejarah

Hubungan kedua wilayah ini kemudian muncul dalam peristiwa penting pada awal kemerdekaan. Pada November 1946, Linggarjati di Kabupaten Kuningan menjadi tempat perundingan antara Indonesia dan Belanda.

Buku Petunjuk Singkat tentang Gedung Bersejarah Persetujuan Linggarjati Tahun 1946, karya Uka Tjandrasasmita yang diterbitkan pada 1982, menempatkan gedung tersebut di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Bangunan itulah yang menjadi tempat pertemuan delegasi kedua pihak dengan perantaraan Lord Killearn.

Catatan Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat menyebut Killearn tiba di Cirebon pada 10 November 1946 menggunakan kapal Inggris HMS Veryan Bay. Ia kemudian menginap di hotel di Linggarjati yang digunakan sebagai tempat perundingan.

Keterangan tersebut menunjukkan keterkaitan Cirebon dan Kuningan dalam perjalanan menuju perundingan. Namun, belum ada bukti dalam sumber yang diperiksa bahwa rombongan melewati persis ruas yang terlihat pada foto tahun 1927.

Jarak waktu antara foto jalan dan perundingan itu sekitar 19 tahun. Foto merekam keadaan sebuah lintasan pada masa kolonial; catatan Linggarjati memperlihatkan hubungan kedua wilayah dalam masa perjuangan diplomasi Indonesia. Dari dua jenis sumber tersebut, sejarah setempat dapat dibaca melalui jalan, tempat singgah, dan perjalanan orang-orang yang melintasinya.