ADACIREBON – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyebut Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat pendidikan penerbangan berkelas dunia.

Lembaga pendidikan yang berdiri sejak 1952 di Tangerang, Banten, tersebut didukung berbagai fasilitas, mulai dari Bandar Udara Budiarto (BTO), pesawat latih, simulator modern, hingga sarana keselamatan penerbangan.

Kelengkapan fasilitas itu menjadi modal penting untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kompeten di bidang penerbangan.

Hal tersebut disampaikan Arif saat mengunjungi PPI Curug bersama Direktur Utama PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, Kamis (29/10/2026). Dalam kunjungan itu, keduanya didampingi Direktur PPI Curug, Megi Hudi Helmiadi.

Rombongan meninjau berbagai fasilitas pendidikan dan pelatihan penerbangan yang tersedia di kampus tersebut.

“Fasilitas di sini sangat lengkap, terutama untuk penerbangan, karena terdapat 47 pesawat latih. Selain itu, sarana keselamatan juga sangat baik, serta fasilitas simulator yang sangat memadai. Ini adalah lokasi yang sangat tepat untuk menjadikan pusat pendidikan penerbangan yang berkelas dunia,” tegas Arif, dikutip dari situs resmi BRIN.

PPI Curug sebagai Aset Negara Strategis

Menurut Arif, PPI Curug merupakan aset negara strategis yang perlu dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Fasilitas pelatihan penerbangan yang terintegrasi menjadi modal penting untuk menyiapkan tenaga profesional, seperti pilot, teknisi, dan tenaga ahli lainnya.

SDM tersebut dibutuhkan oleh industri penerbangan nasional serta sektor industri maju dan teknologi tinggi.

Saat ini, PPI Curug memiliki 10 program studi yang mencakup berbagai bidang keahlian penerbangan. Program pendidikan tersebut membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK maupun anggota berbagai instansi, termasuk TNI, untuk mendalami dan meningkatkan kemampuan di sektor penerbangan.

Selain pendidikan formal, pengembangan PPI Curug juga dapat dilakukan melalui program pelatihan profesional atau short course.

Bidang pelatihan yang berpotensi dikembangkan meliputi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penanganan kebakaran skala besar, pertolongan pertama, evakuasi korban, serta tanggap darurat bencana.

BRIN Dorong Kolaborasi Riset Penerbangan

Kunjungan tersebut turut membuka peluang sinergi dalam penelitian dan pengembangan teknologi. BRIN mendorong kerja sama antara PPI Curug dan berbagai unit riset serta lembaga pendidikan terkait.

Peluang kolaborasi itu mencakup Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) dalam riset dan pengembangan teknologi penerbangan, termasuk pesawat tanpa awak atau drone.

Kerja sama juga berpotensi melibatkan Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) dan Politeknik Nuklir Yogyakarta dalam pengembangan SDM untuk menangani teknologi tinggi dan energi nuklir.

Sementara itu, kolaborasi dengan Organisasi Riset Material Maju BRIN diarahkan pada inovasi material canggih untuk mendukung keselamatan dan efisiensi transportasi udara.

Kerja sama antara lembaga pendidikan vokasi, instansi riset nasional, dan dunia industri diharapkan dapat mempercepat kemandirian teknologi penerbangan sekaligus menjawab kebutuhan SDM pada masa depan.

Arif optimistis pengembangan PPI Curug dapat memperkuat kapasitas Indonesia dalam mencetak tenaga profesional penerbangan untuk mendukung visi Indonesia Maju.

“Saya percaya dengan adanya pusat penerbangan di Curug ini, akan melahirkan tenaga-tenaga yang andal di bidang penerbangan. Semoga sukses selalu, Politeknik Penerbangan.”***