ADACIREBON – Duka mendalam menyelimuti keluarga Komariyah (45), warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan tragis.
Suami korban, Dudung Badrun (66), mengaku tak menyangka salah satu orang yang diduga terlibat dalam aksi keji tersebut adalah tetangganya sendiri.
Padahal, menurut Dudung, korban dikenal sangat baik dan sering memberikan pekerjaan serta uluran tangan kepada sosok yang kini diamankan pihak kepolisian.
Tak Pernah Punya Masalah, Korban Sering Bantu Pelaku
Dudung menuturkan, selama ini istrinya tidak pernah memiliki perselisihan atau masalah pribadi dengan terduga pelaku.
Sebaliknya, Komariyah justru kerap membantu perekonomian tetangganya itu dengan memberinya pekerjaan sebagai bentuk kepedulian antar sesama warga.
“Istri saya tidak ada masalah dengan pelaku. Selama ini sikapnya juga baik, bahkan sering diberikan pekerjaan,” ungkap Dudung dengan nada haru saat menceritakan kenangan sang istri.
Kebaikan hati Komariyah yang dibalas tindakan keji ini pun membuat keluarga dan warga sekitar merasa sangat prihatin dan terpukul.
Kronologi Penemuan Rumah Berdarah hingga Mobil Hangus Terbakar
Aksi kejahatan ini pertama kali terkuak saat anak bungsu korban pulang dari sekolah dan mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat.
Setelah berhasil masuk bersama pihak keluarga, mereka mendapati kondisi dalam rumah sudah acak-acakan serta diwarnai banyak bercak darah di sejumlah titik.
Seorang warga sekitar mengaku sempat mendengar suara jeritan dari arah rumah korban sebelum insiden tersebut terungkap.
Dalam aksi perampokan ini, para pelaku menggasak sejumlah barang berharga, antara lain:
– Uang tunai dalam jumlah besar
– Perhiasan emas
– 1 Unit Mobil Mitsubishi Xpander warna putih milik korban
Kasus ini kian menyita perhatian publik setelah mobil Xpander putih milik korban ditemukan terparkir dalam kondisi hangus terbakar di wilayah Kecamatan Terisi.
Di dalam kendaraan yang hangus tersebut, petugas menemukan jasad seorang perempuan yang diduga kuat merupakan Komariyah.
Pelaku Telah Diamankan, Keluarga Tuntut Keadilan
Saat ini, pihak kepolisian bergerak cepat dan telah mengamankan dua orang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan marathon.
Penyidik masih terus mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta menguatkan motif di balik peristiwa berdarah ini.
Komariyah kini meninggalkan seorang suami dan empat orang anak. Pihak keluarga berharap penuh pada aparat penegak hukum agar kasus ini diusut secara tuntas dan transparan.
“Keluarga berharap kepolisian dapat mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan memastikan seluruh pihak yang terbukti terlibat mendapat hukuman setimpal sesuai hukum yang berlaku,” tegas Dudung.*













Tulis komentar Anda…Beri Komentar