ADACIREBON – Sosok H. Dudung Badrun, S.H., M.H., suami Komariyah (45), perempuan korban dugaan pembunuhan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi perhatian publik.

Dudung Badrun bukan sosok sembarangan. Ia dikenal sebagai advokat senior, konsultan hukum, sekaligus tokoh masyarakat yang cukup aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Dudung Badrun, Advokat Senior dan Pimpinan Kantor Hukum

Dudung Badrun merupakan pimpinan kantor hukum Dudung Badrun & Associates. Kiprahnya di dunia hukum tidak hanya berkutat pada persoalan hukum di tingkat lokal.

Wilayah advokasinya mencakup sejumlah perkara berskala nasional, termasuk sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang ditangani di Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain berprofesi sebagai advokat, pria asal Indramayu tersebut juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Namanya tercatat dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu.

Dudung kerap menyampaikan pandangan kritis terhadap kebijakan pemerintah daerah maupun persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu isu yang pernah menjadi perhatiannya adalah penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang dikaitkan dengan kearifan lokal masyarakat Indramayu, termasuk tradisi budaya botoan.

Latar belakang dan kiprah Dudung Badrun tersebut membuat kasus yang menimpa istrinya, Komariah, semakin menyita perhatian masyarakat.

Komariah Diduga Jadi Korban Perampokan dan Pembunuhan

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam sebuah mobil Mitsubishi Xpander yang terbakar di kawasan Cikamurang.

Peristiwa tragis tersebut diduga bermula pada Senin (2/11/2026), ketika Komariyah berada seorang diri di rumahnya.

Berdasarkan informasi awal dalam penyelidikan, korban diduga menjadi sasaran aksi kejahatan yang melibatkan perampokan dan pembunuhan.

Setelah kejadian, rumah korban diduga dikunci dari luar. Jasad Komariah kemudian dibawa menggunakan mobil miliknya sendiri, yakni Mitsubishi Xpander.

Kendaraan tersebut selanjutnya dibawa menuju kawasan perbatasan Jalan Raya Cikedung–Terisi–Cikamurang.

Lokasi penemuan mobil berada di kawasan yang relatif jauh dari permukiman penduduk, tepatnya di wilayah bekas hutan jati. Jaraknya diperkirakan lebih dari 50 kilometer dari rumah korban.

Saat ditemukan, mobil Mitsubishi Xpander tersebut sudah dalam kondisi hangus terbakar. Di dalam kendaraan itu ditemukan jasad seorang perempuan yang diketahui merupakan Komariah.

Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Kecamatan Terisi

Perkembangan terbaru kasus pembunuhan Komariyah terjadi pada Selasa (3/11/2026).

Tim gabungan Satreskrim Polres Indramayu dan Polsek Terisi berhasil mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Keduanya ditangkap di wilayah Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Parlindungan Malau membenarkan penangkapan dua pria tersebut.

Menurutnya, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta mengungkap motif di balik peristiwa yang menewaskan Komariah.

“Kita tengah melakukan pendalaman. Terduga terus kita periksa intensif, kita lihat nanti hasil pemeriksaan seperti apa,” ujar Prianggo.

Foto Dua Terduga Pelaku Viral, Disebut Tetangga Korban

Di tengah perkembangan penyelidikan, foto wajah dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Komariyah juga beredar luas di media sosial.

Foto tersebut menjadi perbincangan masyarakat Indramayu. Pasalnya, kedua pria itu disebut-sebut merupakan tetangga dekat korban.

Informasi mengenai dugaan hubungan kedekatan antara kedua terduga pelaku dan korban turut memancing reaksi masyarakat.

Namun, hingga kini, kepolisian masih mendalami identitas, motif, serta keterlibatan masing-masing pria dalam perkara tersebut.

Masyarakat diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Kasus yang menimpa Komariyah kini menjadi perhatian luas, terlebih korban merupakan istri seorang advokat senior yang dikenal aktif dalam dunia hukum dan kegiatan kemasyarakatan di Indramayu.

Polisi masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh kronologi, motif, dan peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.***