ADACIREBON – Penanganan stunting di Indonesia terus dipacu secara cepat dan tepat sasaran. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, melakukan kunjungan kerja bersama ke Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Menariknya, kedua menteri tersebut mengendarai sepeda motor milik para penyuluh Keluarga Berencana (KB) untuk blusukan langsung mendatangi rumah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di permukiman warga.
Naik Motor Penyuluh KB, Tinjau Keluarga Risiko Stunting
Aksi blusukan mengendarai motor penyuluh KB ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Dalam kunjungannya, Wihaji dan Sugiono menjumpai sejumlah keluarga yang berada dalam kondisi rentan, seperti ibu menyusui dan keluarga pemilik balita yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta minim sanitasi dan lingkungan sehat.
Menteri Wihaji menegaskan bahwa peninjauan langsung ini merupakan langkah konkret untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan sigap atau sat set, sesuai dengan arahan Presiden.
“Kita perlu turun langsung selesaikan masalah. Sekecil apa pun pasti bermakna. Menyelesaikan masalah satu generasi selalu dimulai dari penyelesaian masalah satu orang, satu keluarga,” ujar Wihaji.
Menko PMK Sugiono menambahkan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas dalam penyelamatan aset dan kekayaan negara agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh rakyat.
“Inilah mengapa Bapak Presiden ingin menyelamatkan berbagai kekayaan dan aset negara, agar semuanya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, contohnya untuk mengatasi masalah stunting ini,” tegas Sugiono.
Libatkan Pemda dalam Penyaluran Bantuan untuk Keluarga
Di sela-sela agenda peninjauan, dialog intensif dan penyerahan bantuan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya pemerintah daerah, bupati, kepala dinas, dan anggota DPRD Subang.
Bantuan konkret berupa pemberian edukasi kesehatan, rehabilitasi RTLH, hingga penyaluran bantuan nutrisi bagi KRS melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Penyuluh KB Jawa Barat.
Sekitar 100 Ribu Anggota TPK Dampingi Keluarga di Jawa Barat
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dadi Roswandi, menyambut baik perhatian khusus dari kedua menteri tersebut.
Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting di Jawa Barat memiliki dampak signifikan terhadap angka nasional.
Menurut Dadi, Jawa Barat menyumbang sekitar 20 persen dari total target penurunan stunting nasional.
Sebagai garda terdepan, terdapat sekitar 100 ribu anggota TPK di Jawa Barat yang dibimbing oleh penyuluh KB untuk mendampingi keluarga risiko stunting di lapangan.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, serta kader di lapangan, percepatan penurunan angka stunting diharapkan dapat menyelamatkan kualitas generasi masa depan Indonesia secara berkelanjutan.***











Tulis komentar Anda…Beri Komentar