ADACIREBON – Sejumlah negara di Asia Tenggara mulai mengambil langkah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga energi global.

Malaysia dan Vietnam menjadi dua negara yang menerapkan kebijakan berbeda untuk menekan beban pengeluaran masyarakat akibat kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

Malaysia memilih menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan pasar minyak regional.

Sementara Vietnam mengambil langkah lebih agresif dengan menetapkan tarif Pajak Konsumsi Khusus (Special Consumption Tax) untuk BBM menjadi nol persen.

Dua kebijakan tersebut memperlihatkan bagaimana pemerintah masing-masing negara berupaya memastikan gejolak pasar energi tidak langsung membebani konsumen.

Di Malaysia, penyesuaian harga BBM berlaku untuk periode 5-11 November 2026.

Penurunan harga dilakukan menyusul meningkatnya pasokan bensin dan solar olahan di pasar regional, terutama Singapura, yang turut menekan harga produk minyak olahan.

Sementara itu, kebijakan Vietnam berlaku lebih panjang, yakni mulai 1 November 2026 hingga 31 Maret 2027.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah Vietnam berharap harga energi tetap terkendali sehingga tekanan inflasi dan biaya hidup masyarakat dapat ditekan.