Adacirebon.com – Tragedi keracunan ratusan siswa setelah mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon mendapatkan respons tajam dari berbagai kalangan. Bahkan, anggota DPRD Kota Cirebon meminta dilakukan evaluasi total dan mengusulkan MBG dikelola pihak sekolah.
Menurut anggota DPRD Kota Cirebon, Umar Stanis Klau, musibah yang menimpa ratusan siswa itu merupakan tamparan keras sekaligus akibat dari kelalaian kolektif yang selama ini terus dimaklumi.
“Pemkot tidak boleh tinggal diam. Wajib evaluasi semua dapur MBG di Kota Cirebon. Tidak cukup hanya suspend, tetapi bila ada potensi pidana, proses hukum harus berjalan agar ada efek jera buat yang lain,” tandas Umar, Kamis (22/10/2026).
Dia menambahkan, ini soal nyawa anak-anak generasi bangsa, wajib ada proteksi yang memadai untuk mereka.
Menurut Umar, keselamatan anak-anak tidak boleh dikorbankan hanya demi mempertahankan gengsi program MBG. Umar bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung ke lapangan guna memantau pelaksanaan program tersebut secara objektif.
Sebagai solusi konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang, Umar menyarankan agar skema penyediaan makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dievaluasi total dan diganti.
“Pengelolaan berbasis sekolah dan komunitas orang tua jauh lebih aman dan terkontrol. Kita sudah selalu sarankan kalau metode SPPG ini kurang aman. Serahkan saja pada orang tua yang masak atau kantin sekolah. Insyaallah jauh lebih efektif dan efisien,” katanya.***













Tulis komentar Anda…Beri Komentar