ADACIREBON – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mendorong penguatan imunisasi HPV untuk mencegah infeksi Human Papillomavirus yang dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker leher rahim atau serviks.
Selain imunisasi, edukasi masyarakat berbasis bukti menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan infeksi HPV.
Upaya tersebut dibahas dalam webinar bertema “Mencegah Kesakitan dan Kematian Akibat HPV dengan Imunisasi” yang diselenggarakan secara daring, Kamis (29/10/2026).
Imunisasi HPV untuk Perlindungan Sejak Dini
Infeksi HPV yang menetap dapat menyebabkan kanker serviks serta sejumlah kanker lainnya, termasuk kanker anus, penis, dan orofaring atau bagian belakang tenggorokan.
Pemberian imunisasi sejak usia anak menjadi langkah penting untuk membangun perlindungan sebelum seseorang terpapar virus.
Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri Yogyaswari, MARS, menjelaskan pentingnya pemberian vaksin HPV pada usia anak untuk memperoleh manfaat perlindungan yang optimal.
Vaksin HPV berfungsi mencegah infeksi baru. Vaksin ini bukan pengobatan untuk mengatasi infeksi HPV atau kanker yang sudah terjadi.
Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai sasaran, jadwal, dan lokasi layanan imunisasi HPV melalui sekolah, puskesmas, atau dinas kesehatan setempat. Pelaksanaan imunisasi gratis mengikuti ketentuan program pemerintah yang berlaku.
Edukasi untuk Melawan Disinformasi
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menekankan pentingnya keterlibatan media dan influencer dalam menyampaikan informasi vaksinasi yang akurat.
Edukasi yang mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali manfaat imunisasi sekaligus menghindari informasi keliru.
Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Prof. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, menjelaskan bahwa vaksin HPV telah melalui pengujian untuk menilai keamanan dan efektivitasnya.
Reaksi setelah imunisasi umumnya ringan dan sementara, seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lokasi suntikan. Sebagian penerima juga dapat mengalami keluhan seperti pusing, mual, atau demam ringan.
Skrining Tetap Penting untuk Mencegah Kanker Serviks
Selain imunisasi HPV, skrining menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kanker serviks.
Perempuan yang telah menerima vaksin HPV tetap perlu mengikuti skrining sesuai usia, kondisi kesehatan, dan anjuran tenaga kesehatan.
Melalui imunisasi, skrining, serta penyampaian informasi yang tepat, upaya menekan kesakitan dan kematian akibat penyakit terkait HPV diharapkan semakin kuat.***











Tulis komentar Anda…Beri Komentar