ADACIREBON – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus menggenjot percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Fokus utama saat ini tidak hanya pada pengobatan pasien, tetapi juga pada pelacakan kontak erat dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Di DKI Jakarta, langkah pencegahan ini menunjukkan hasil signifikan. Cakupan pemberian obat pencegahan TBC melonjak hingga lebih dari lima kali lipat—dari yang sebelumnya di bawah 5% pada dua hingga tiga tahun lalu, kini menembus angka lebih dari 26%.
Capaian positif ini diapresiasi langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, saat memimpin monitoring dan evaluasi program pemberantasan TBC di Kecamatan Taman Sari, Jakarta.
Agenda ini turut dihadiri Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, perwakilan dari delapan puskesmas, serta sejumlah rumah sakit rujukan seperti RS Pelni, RS Sumber Waras, dan RS Cengkareng.
Pelacakan Kontak Erat dan Pemberian TPT untuk Pencegahan TBC
Wamenkes menegaskan bahwa kunci utama dalam menekan angka TBC adalah memperkuat lini pencegahan tanpa mengabaikan kualitas pengobatan.
“Selama ini kita cukup baik dalam mengobati pasien TBC. Tantangan kita adalah pencegahan. Jika ditemukan kontak erat yang berisiko tertular, mereka harus segera dilacak dan diberikan obat pencegahan, sementara pasien yang sudah sakit langsung diobati. Dengan begitu, kasus baru bisa dicegah sebelum berkembang menjadi penyakit,” tegas Wamenkes Benjamin, seperti dalam siaran pers Biro Humas Kemenkes.
Meskipun menunjukkan kemajuan pesat, pelacakan kontak erat di ibu kota memiliki tantangan tersendiri. Tingginya mobilitas warga Jakarta yang sebagian besar beraktivitas di luar rumah menuntut strategi pelacakan yang lebih fleksibel dan adaptif.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenkes mendorong pemanfaatan fasilitas kesehatan daerah secara optimal:
- Infrastruktur lengkap: Memaksimalkan peran rumah sakit, puskesmas, hingga Puskesmas Pembantu (Pustu) di seluruh wilayah Jakarta.
- Kolaborasi lintas sektor: Menggalang kerja sama antara Kemenkes, pemerintah daerah, faskes, hingga perangkat wilayah setempat untuk mempermudah jangkauan ke masyarakat.
Akselerasi Menuju Eliminasi TBC
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa sinergi antara dukungan Kemenkes dan penelusuran TBC yang terintegrasi dengan program Jakarta Global Health (JKG) menjadi momentum krusial.
Melalui evaluasi berkala ini, Kemenkes dan Dinkes DKI berkomitmen untuk:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat: Mendorong warga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
- Mengoptimalkan pelacakan: Memastikan setiap kontak erat pasien TBC terdata dan mendapatkan akses TPT.
- Memutus rantai penularan: Mencegah munculnya kasus-kasus TBC baru di masa mendatang demi mempercepat eliminasi TBC secara nasional.***











Tulis komentar Anda…Beri Komentar