ADACIREBON – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut tiga kemampuan yang perlu dikembangkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Ketiganya adalah kemampuan berinovasi, berpikir sistem, dan memiliki pola pikir bertumbuh atau growth mindset.
Yassierli menyampaikan hal itu saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta.
Kemajuan teknologi, penggunaan kecerdasan buatan, transisi menuju industri hijau, dan perubahan demografi turut mengubah jenis pekerjaan serta keterampilan yang dibutuhkan. Menurut Yassierli, tiga kemampuan tersebut dapat membantu generasi muda beradaptasi dengan perubahan itu.
1. Inovasi Dimulai dari Keberanian Mengambil Inisiatif
Menurut Yassierli, inovasi bisa dimulai dari langkah kecil. Seseorang dapat melihat persoalan di sekitarnya, mengambil inisiatif, lalu menawarkan gagasan yang bermanfaat bagi lingkungan kerja atau masyarakat.
“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” ujar Yassierli.
2. Berpikir Sistem Membantu Melihat Masalah Secara Utuh
Yassierli juga menekankan pentingnya berpikir sistem, yaitu kemampuan melihat hubungan antara berbagai faktor yang membentuk suatu persoalan.
Dalam dunia kerja, misalnya, masuknya investasi baru dan berkembangnya industri hijau dapat mengubah kebutuhan keterampilan sekaligus memunculkan jenis pekerjaan baru.
“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” katanya.
3. Pola Pikir Bertumbuh Mendorong Kemauan untuk Terus Belajar
Pola pikir bertumbuh mendorong seseorang untuk terus mengembangkan kemampuan di luar bidang pendidikan atau keahlian awalnya. Kemauan mempelajari teknologi dan keterampilan baru membantu tenaga kerja menyesuaikan diri ketika tuntutan pekerjaan berubah.
“Orang yang growth mindset adalah orang yang mengatakan, saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,” katanya.***













Tulis komentar Anda…Beri Komentar