adacirebon.com- Kabupaten Cirebon memiliki potensi pariwisata yang cukup besar.
Sebanyak 39 destinasi wisata dan 90 desa wisata tersebar di berbagai wilayah, dengan daya tarik mulai dari alam, sejarah, budaya hingga wisata berbasis masyarakat.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan jumlah kunjungan wisatawan.
Hingga semester pertama 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Cirebon diperkirakan baru mencapai sekitar 571 ribu kunjungan.
Angka tersebut baru sekitar 42 persen dari target kunjungan sepanjang tahun yang dipatok sekitar 1,36 juta wisatawan.
Target tersebut naik 10 persen dibandingkan capaian kunjungan pada 2025 yang mencapai 1.236.125 wisatawan.
Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Cirebon masih memiliki pekerjaan besar untuk mengejar target kunjungan hingga akhir 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, mengatakan berbagai destinasi wisata tersebar di sejumlah kecamatan.
Beberapa di antaranya Batu Lawang Cirebon di Kecamatan Gempol, Banyu Panas Gempol-Palimanan, Kura-Kura Belawa di Kecamatan Lemahabang dan Waduk Setupatok di Kecamatan Mundu.
Selain destinasi tersebut, Disbudpar juga mendorong kawasan Cikalahang di Kecamatan Dukupuntang sebagai salah satu tujuan wisata unggulan.
Kawasan Cikalahang memiliki potensi wisata alam dan sejarah.
Di wilayah tersebut terdapat Situ Pajaten dan Situs Batu Tulis Huludayeuh yang mulai diperkenalkan sebagai salah satu potensi hidden gem pariwisata Kabupaten Cirebon.
Menurut Fajar, pengembangan pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan Disbudpar. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
“Wisata itu tidak bisa berdiri sendiri, perlu kolaborasi dengan berbagai dinas dan pemangku kepentingan lainnya untuk bisa optimal dan menarik wisatawan,” kata Fajar, Selasa (6/10/2026).
Cagar Budaya Mulai Didorong Jadi Daya Tarik Wisata
Pengembangan pariwisata Kabupaten Cirebon juga mulai diarahkan pada kekayaan sejarah dan budaya.
Hingga September 2026, sedikitnya terdapat 591 objek diduga cagar budaya (ODCB) di Kabupaten Cirebon. Namun, baru delapan objek yang telah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya..
Fajar menilai peninggalan sejarah memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari wisata budaya.
“Cagar budaya bukan hanya urusan masa lalu. Jika dikelola dengan benar, peninggalan sejarah juga bisa menjadi modal untuk membangun wisata berbasis budaya, menghidupkan kawasan bersejarah, sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Salah satu potensi tersebut berada di Kertawinangun, Kecamatan Kedawung. Tradisi Muludan Tuk dan Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya mulai diarahkan menjadi daya tarik wisata budaya.
Sekretaris Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Judi Wahjudin, juga mendorong agar situs tersebut mendapatkan penetapan sebagai cagar budaya.
Penetapan dinilai penting bukan hanya untuk memberikan perlindungan, tetapi juga menjadi dasar dalam pengembangan kawasan sebagai bagian dari potensi wisata budaya.
Desa Wisata Tak Cukup Hanya Menyandang Status
Banyaknya desa wisata juga menjadi modal penting bagi Kabupaten Cirebon. Namun, jumlah tersebut harus diikuti dengan pengembangan potensi dan peningkatan kualitas pengelola.
Fungsional Bidang Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Kabupaten Cirebon, Yoga Barata Ari Wibowo, mengatakan pengelola desa wisata harus mampu menciptakan pengalaman yang menarik bagi wisatawan.
“Pengelola desa wisata dituntut untuk tidak hanya mengejar status desa wisata, tetapi juga mengembangkan potensi, meningkatkan SDM, serta menghadirkan aktivitas wisata yang atraktif,” kata Yoga.
Menurutnya, keberadaan desa wisata akan lebih berarti jika masyarakat mampu mengolah potensi lokal menjadi produk dan aktivitas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menarik bagi pengunjung.
DPRD Minta Ada Destinasi yang Jadi Ikon Cirebon
Di tengah banyaknya destinasi dan desa wisata, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga diminta menentukan destinasi unggulan yang dapat menjadi ikon pariwisata daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Nurholis, meminta Disbudpar lebih berani mempromosikan destinasi yang memiliki daya tarik kuat.
“Dinas ini juga harus berani tampil ke depan menyatakan ada pariwisata Kabupaten Cirebon yang jadi kebanggaan,” ucap Nurholis.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki modal besar melalui seni, budaya dan destinasi wisata.
Potensi tersebut perlu dikemas lebih menarik dan dipromosikan secara konsisten agar mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.
Dengan waktu yang tersisa hingga akhir 2026, peningkatan kunjungan wisatawan menjadi pekerjaan rumah bagi Disbudpar.
Target sekitar 1,36 juta kunjungan masih membutuhkan strategi, promosi dan kolaborasi agar potensi wisata Cirebon tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan.










Tulis komentar Anda…Beri Komentar