adacirebon.com – Kabupaten Cirebon memiliki puluhan desa dengan potensi wisata alam, budaya, kuliner, hingga konservasi lingkungan.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang menjadi destinasi yang mampu menarik wisatawan secara berkelanjutan.
Dari 90 desa wisata yang tercatat pada 2026, baru enam yang masuk kategori unggulan.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menunjukkan, pengembangan wisata berbasis desa masih menghadapi sejumlah tantangan.
Selain enam desa berstatus unggulan, sekitar 20 desa lainnya dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi andalan daerah.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, mengatakan persoalan utama pengembangan desa wisata bukan terletak pada minimnya potensi.
Sejumlah wilayah memiliki daya tarik yang beragam, tetapi belum seluruhnya didukung infrastruktur, kemampuan pengelolaan, promosi, dan keterlibatan masyarakat yang memadai.
“Ketersediaan infrastruktur, kemampuan pengelolaan, promosi, serta keterlibatan masyarakat menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian,” kata Fajar, Kamis (15/10/2026).
Fajar pun menyebut bahwa enam desa wisata yang masuk kategori unggulan tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon.
Desa tersebut meliputi Gegesik Kulon, Cikalahang, Belawa, Mundupesisir, Pengarengan, serta satu kawasan desa wisata di Kecamatan Talun.
Setiap wilayah memiliki karakteristik yang dapat menjadi modal untuk menarik segmen wisatawan berbeda.
Karena itu, pengembangan destinasi perlu menyesuaikan potensi lokal agar memiliki identitas yang kuat dan tidak sekadar mengikuti tren wisata.
Gegesik Kulon, misalnya, dikenal melalui kekuatan seni dan budaya tradisional. Kekayaan budaya tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal tradisi lokal, pertunjukan seni, serta kehidupan masyarakat perdesaan.
Sementara itu, Cikalahang menawarkan perpaduan wisata alam dan kuliner.
Potensi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha setempat untuk mengembangkan layanan makanan, produk lokal, dan aktivitas wisata yang mendukung pengalaman pengunjung.
Berbeda dengan kedua wilayah tersebut, Belawa memiliki daya tarik berupa wisata edukasi konservasi kura-kura.
Konsep ini dapat memberikan pengalaman rekreasi sekaligus pengetahuan mengenai satwa dan pentingnya pelestarian lingkungan.
Adapun Mundupesisir dan Pengarengan mempunyai potensi wisata pesisir, terutama melalui pengembangan kawasan mangrove.
Selain menjadi daya tarik wisata berbasis alam, kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan apabila pengelolaannya memperhatikan kelestarian ekosistem.
“Masing-masing wilayah memiliki karakteristik berbeda. Gegesik Kulon dikenal dengan kekuatan seni dan budaya tradisional, sedangkan Cikalahang memiliki potensi wisata alam dan kuliner,” ujar Fajar.













1 Komentar
Wisata Cirebon emang keren