Kunjungan Wisatawan Capai 1,23 Juta
Di sisi lain, Kabupaten Cirebon mencatat sekitar 1,23 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025.
Meski menunjukkan aktivitas pariwisata di daerah tersebut, angka itu merupakan akumulasi kunjungan ke berbagai destinasi, bukan khusus kunjungan ke 90 desa wisata.
Karena itu, jumlah kunjungan tersebut belum dapat menjadi ukuran tunggal keberhasilan pengembangan pariwisata berbasis desa.
Data yang lebih terperinci diperlukan untuk mengetahui destinasi mana yang paling banyak dikunjungi dan seberapa besar kegiatan wisata memberikan manfaat ekonomi kepada warga.
Pencatatan jumlah pengunjung, transaksi usaha, pendapatan pengelola, serta keterlibatan pelaku usaha lokal dapat membantu pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan setiap destinasi.
Informasi tersebut juga dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pembinaan dan dukungan anggaran.
“Kami memiliki pekerjaan untuk memastikan pengembangan desa wisata berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Fajar.
Ia menambahkan, Disbudpar perlu mengevaluasi perkembangan desa wisata secara berkala.
Evaluasi tersebut mencakup pemetaan destinasi yang sudah beroperasi, wilayah yang masih membutuhkan pengembangan, serta desa yang menghadapi kendala dalam pengelolaan.
Hasil pemetaan dapat membantu pemerintah daerah menetapkan prioritas pembinaan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah.
Desa yang memiliki potensi besar tetapi belum didukung fasilitas memadai membutuhkan pendekatan berbeda dari destinasi yang sudah berjalan, tetapi masih perlu memperkuat promosi dan tata kelola usaha.
“Dengan jumlah desa wisata yang cukup banyak, Kabupaten Cirebon memiliki peluang menjadikan pariwisata perdesaan sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal,” pungkasnya.













1 Komentar
Wisata Cirebon emang keren