ADACIREBON – Petinju putri binaan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Jasmine Cetah, berhasil meraih medali emas kelas 54 kilogram pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 setelah menundukkan wakil Kalimantan Barat di partai final.

Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan kisah perjuangan dan kemandirian para atlet asal Kota Cirebon. Menurut pemilik Bara Boxing Club Cirebon yang juga anggota DPRD Kota Cirebon, Subagja, keberangkatan atlet ke Jakarta dilakukan dengan pembiayaan mandiri tanpa bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Meski menghadapi keterbatasan, para atlet Bara Boxing Club Cirebon tetap menunjukkan kegigihan untuk membuktikan kemampuan di tingkat nasional.

Perjuangan Jasmine tidak mudah. Ia terlebih dahulu harus mengalahkan petinju dari Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah di babak penyisihan sebelum kembali menundukkan wakil Kalimantan Barat pada pertandingan final.

Sementara itu, petinju muda asal Cirebon lainnya, Revi, yang turun di kelas 46 kilogram, berhasil meraih kemenangan atas wakil Maluku. Namun, langkahnya kemudian dihentikan petinju asal Jawa Tengah.

Subagja mengungkapkan adanya tantangan pembiayaan di balik perjuangan para atlet tersebut.

“Sangat disayangkan tidak ada pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kejuaraan ini. Namun, keterbatasan biaya tidak menyejukkan semangat kami untuk menguji dan membuktikan kemampuan petinju daerah di tingkat nasional,” kata Subagja, Rabu (28/10/2026).

Meski menyayangkan tidak adanya pembiayaan dari pemerintah provinsi, Subagja mengapresiasi pemerintah daerah dan induk organisasi olahraga Kota Cirebon yang memberikan dorongan moral kepada para atlet.

“Saya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua KONI Kota Cirebon, Handarujati Kalamullah, serta Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Dukungan dan kepedulian beliau berdualah yang membuat anak-anak tetap percaya diri untuk bertanding dan membanggakan nama Kota Cirebon,” ungkapnya.

Subagja berharap keberhasilan Jasmine meraih medali emas menjadi pemantik semangat bagi generasi muda sekaligus mendorong pembinaan olahraga di daerah. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkesinambungan serta perhatian lebih dari para pemangku kebijakan.

Menurutnya, kemenangan Jasmine menjadi bukti bahwa atlet daerah memiliki potensi besar apabila diberi ruang untuk berkembang.

Ia berharap prestasi tersebut tidak hanya memotivasi petinju muda lainnya di Cirebon, tetapi juga mendorong dukungan pemerintah yang lebih berkelanjutan serta kesempatan bertanding yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.***