adacirebon.com– Kepengurusan baru DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon periode 2026–2031 langsung menghadapi tantangan politik besar.

Setelah dikukuhkan pada Minggu (11/10/2026), jajaran pengurus ditargetkan merebut kursi legislatif di seluruh daerah pemilihan (dapil) sekaligus mengantarkan PKB mengusung pasangan calon kepala daerah sendiri pada Pilkada 2029 tanpa bergantung pada koalisi.

Target tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan Siti Farida Rosmawati atau yang akrab disapa Rida.

Selain memperluas keterwakilan di DPRD Kota Cirebon, kepengurusan baru harus memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput untuk meningkatkan daya saing pada pemilu mendatang.

Pengukuhan pengurus dipimpin Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat, Levi A. Firmansyah.

Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi kader untuk menyatukan langkah menghadapi agenda politik lima tahun ke depan.

Anggota Dewan Syuro DPP PKB, Dedi Wahidi, menegaskan bahwa partainya perlu memperluas keterwakilan di seluruh dapil Kota Cirebon.

Menurutnya, capaian legislatif saat ini belum memenuhi harapan partai karena PKB baru memiliki kursi di tiga dari lima dapil yang tersedia.

Dedi pun menyoroti pentingnya pemerataan keterwakilan partai di setiap dapil sebagai salah satu indikator penguatan organisasi.

Ia menginginkan PKB tidak hanya bertahan di wilayah yang selama ini menjadi basis dukungan, tetapi juga mampu memperluas pengaruh politik di seluruh Kota Cirebon.

Ia menyebut kondisi keterwakilan PKB saat ini masih menyisakan dua dapil yang belum berhasil menghasilkan kursi legislatif bagi partai tersebut.

Dedi mengatakan keinginan agar seluruh dapil terisi sudah lama menjadi targetnya.

Karena itu, ia meminta pengurus baru menjadikan perluasan keterwakilan sebagai agenda utama selama masa kepengurusan 2026–2031.

Tantangan tersebut tidak berhenti pada keterisian kursi di lima dapil.

Dedi juga mendorong PKB Kota Cirebon mengamankan sedikitnya tujuh kursi legislatif agar memiliki peluang memenuhi persyaratan pencalonan kepala daerah secara mandiri.

Target itu menjadi bagian dari strategi partai untuk memperkuat posisi politik menjelang Pemilu dan Pilkada 2029.

Dengan perolehan kursi yang memadai, PKB berharap dapat mengajukan pasangan calon kepala daerah tanpa harus membangun koalisi dengan partai lain.

Dedi meminta seluruh jajaran pengurus dan kader bekerja secara terarah untuk merealisasikan target tersebut.

Ia menekankan pentingnya keselarasan antara agenda penguatan organisasi, peningkatan perolehan kursi, dan persiapan menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Rida Siap Jawab Tantangan dengan Strategi Konkret

Ketua DPC PKB Kota Cirebon periode 2026–2031, Siti Farida Rosmawati, menyatakan kesiapannya menjalankan mandat partai sekaligus menjawab tantangan yang disampaikan pengurus pusat.

Rida menilai jabatan yang diembannya membawa tanggung jawab besar.

Karena itu, ia ingin kepengurusan baru segera menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, dan menyusun program kerja yang berorientasi pada pencapaian target politik.

“Hari ini kita sudah dikukuhkan, tinggal kita rapatkan barisan, bekerja untuk menang Pemilu dan Pilkada selanjutnya,” kata Rida.

Perempuan yang akrab disapa Rida tersebut menyiapkan tiga pilar utama untuk memperkuat PKB Kota Cirebon.

Ketiganya mencakup penguatan struktur partai, pengubahan aspirasi masyarakat menjadi solusi nyata, serta pembangunan organisasi yang lebih solid, modern, dan transformatif.

Penguatan struktur menjadi langkah awal untuk memastikan mesin partai bekerja hingga tingkat lingkungan.

Sementara itu, penyerapan aspirasi masyarakat diharapkan dapat mendekatkan kader dengan persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.

Rida juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan perkembangan politik.

Melalui pendekatan tersebut, PKB Kota Cirebon ingin memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyiapkan kader untuk menghadapi persaingan elektoral.

Setelah pengukuhan, DPC PKB Kota Cirebon berencana mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput.

Dalam tiga bulan ke depan, pengurus menargetkan pembentukan struktur partai hingga tingkat ranting, RW, dan RT.

Selain membangun jaringan organisasi, PKB juga menargetkan perekrutan ribuan kader baru.

Langkah ini diharapkan memperluas basis keanggotaan sekaligus memperkuat kemampuan partai menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kota Cirebon.

Pembentukan struktur hingga tingkat lingkungan menjadi salah satu pekerjaan penting bagi kepengurusan baru.

Keberadaan pengurus di tingkat bawah dapat membantu partai menyerap aspirasi warga, mengidentifikasi persoalan lokal, serta membangun komunikasi yang lebih rutin dengan masyarakat.

Namun, target penguatan organisasi tersebut membutuhkan pelaksanaan yang terukur agar tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan administratif.

Konsolidasi kader, pembagian tanggung jawab, dan kesinambungan kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun struktur yang berfungsi secara nyata.

Bagi Rida, kerja organisasi dan kedekatan dengan masyarakat menjadi fondasi untuk menghadapi persaingan politik mendatang.

Target mengisi lima dapil dan meraih sedikitnya tujuh kursi legislatif menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja kolektif seluruh pengurus dan kader.

Dengan masa kepengurusan hingga 2031, DPC PKB Kota Cirebon memiliki waktu untuk membangun struktur, memperluas rekrutmen kader, dan menyiapkan strategi elektoral.

Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi partai dalam Pemilu serta membuka peluang mengusung pasangan calon kepala daerah sendiri pada Pilkada 2029.