ADACIREBON – Keandalan distribusi energi melalui jalur laut menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).
Ketiga entitas Pertamina Group memperkuat koordinasi dan sinergi operasional untuk memastikan proses pengiriman produk kilang berjalan aman, lancar, dan tepat waktu.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan Dewan Komisaris PIS, Dewan Komisaris PTK, serta jajaran Direksi PTK ke Kilang Pertamina RU Balongan pada Senin, 2 November 2026.
Kunjungan yang dikemas dalam agenda Courtesy Visit dan Management Walkthrough (MWT) tersebut diterima langsung oleh Executive General Manager (EGM) RU Balongan, Yulianto Triwibowo, di kantor EGM RU Balongan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integrasi antara operasional kilang dengan layanan transportasi laut dan kepelabuhanan yang memiliki peran penting dalam rantai pasok energi nasional.
Distribusi Energi Jalur Laut Jadi Fokus Kolaborasi Pertamina Group
Kelancaran distribusi produk hasil pengolahan kilang membutuhkan dukungan sistem logistik yang terintegrasi.
Salah satu aspek pentingnya adalah kesiapan fasilitas pelabuhan, armada kapal, serta pelayanan maritim.
Dalam konteks tersebut, RU Balongan, PIS, dan PTK memiliki peran yang saling berkaitan untuk menjaga keandalan operasional distribusi energi.
EGM RU Balongan Yulianto Triwibowo menyampaikan bahwa koordinasi yang harmonis antara operasional kilang dan layanan maritim menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, kolaborasi lintas entitas Pertamina Group juga diperlukan untuk memastikan seluruh aktivitas di kawasan Port dan Marine Balongan berjalan sesuai standar keselamatan dan efisiensi operasional.
“Sinergi yang solid antara RU Balongan, PIS, dan PTK adalah kunci utama dalam menjaga kelancaran distribusi bahan bakar dan pasokan energi nasional. Melalui koordinasi rutin dan pemantauan langsung seperti ini, kita memastikan seluruh standar keamanan, aspek HSSE, dan efisiensi operasional di Port dan Marine Balongan berjalan secara optimal,” ujar Yulianto.
Dewan Komisaris PIS dan PTK Tinjau Langsung Operasional Kilang Balongan
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah jajaran pimpinan Pertamina Group.
Di antaranya Komisaris Utama PT Pertamina International Shipping Anwar Saadi, Komisaris PIS Nanik Purwanti, Komisaris Utama PT Pertamina Trans Kontinental Subagjo Hari Moeljanto, Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala, serta Direktur Operasi PTK Yudi Wibisono.
Komisaris Utama PIS Anwar Saadi mengapresiasi hubungan kerja sama yang selama ini terjalin antara RU Balongan, PIS, dan PTK.
Ia menjelaskan, PIS bersama anak perusahaannya berkomitmen memberikan dukungan terhadap kelancaran operasional kilang melalui penyediaan armada dan layanan maritim yang andal serta profesional.
Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi produk kilang sekaligus menjaga kesinambungan rantai pasok energi nasional.
Management Walkthrough untuk Memastikan Standar Keselamatan
Selain memperkuat koordinasi antarmanajemen, kunjungan ini juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan operasional di lapangan.
Melalui Management Walkthrough (MWT), jajaran manajemen melakukan pemantauan langsung terhadap penerapan kebijakan perusahaan, standar keselamatan kerja, serta kinerja fasilitas operasional.
Kegiatan tersebut juga bertujuan mengidentifikasi potensi risiko yang dapat memengaruhi kelancaran aktivitas operasional.
Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut.
Dengan pengawasan langsung, perusahaan dapat mengevaluasi kondisi lapangan, memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja, serta memastikan rencana tindak lanjut perbaikan dapat dilaksanakan secara efektif.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan operasional Pertamina Group.
Pangkalan Long Length Pier Balongan Turut Ditinjau
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Site Visit ke Pangkalan Long Length Pier (LLP) Port Balongan.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran manajemen meninjau langsung aktivitas operasional serta kondisi fasilitas pendukung di kawasan pelabuhan dan area marine.
Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan distribusi melalui jalur laut.
Keandalan fasilitas pelabuhan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas bongkar muat serta kelancaran pergerakan produk kilang.
Sinergi Pertamina Group Dukung Ketahanan Energi Nasional
Di kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR RU Balongan, Wien Rachusodo, menegaskan bahwa kolaborasi lintas entitas Pertamina Group memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi.
Menurutnya, koordinasi yang kuat antara RU Balongan, PIS, dan PTK menjadi bagian penting untuk memastikan produk hasil pengolahan kilang dapat didistribusikan secara aman dan tepat waktu.
“Koordinasi yang solid antara RU Balongan, PIS, dan PTK merupakan benteng utama dalam memastikan pasokan BBM dan produk kilang dapat terdistribusi secara aman, tepat waktu, dan tanpa kendala demi menopang ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Melalui penguatan koordinasi, pengawasan operasional, serta peningkatan standar HSSE, Pertamina Group terus mendorong keandalan sistem distribusi energi.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan operasional Kilang Balongan sekaligus memperkuat rantai pasok BBM untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.*









Tulis komentar Anda…Beri Komentar