adacirebon.com — Tumpukan tebu memenuhi gerobak-gerobak beroda kayu. Sapi menjadi tenaga penariknya, sementara sejumlah lelaki terlihat di dekat muatan. Pemandangan itu terekam dalam foto lama perusahaan gula Nieuw Tersana, Cirebon, yang kini tersimpan di Rijksmuseum, Belanda.
Dalam katalog museum, foto tersebut diberi keterangan pengangkutan tebu menggunakan gerobak yang ditarik sapi. Nama Cirebon masih ditulis “Cheribon”. Di balik lembar fotonya terdapat tulisan pensil “Nieuw Tersana”, petunjuk lokasi yang ikut disimpan bersama arsip tersebut.
Yang menarik justru bagian di luar bangunan pabrik. Foto ini memperlihatkan pekerjaan mengangkut bahan baku, tahap yang harus dilalui sebelum tebu masuk ke penggilingan. Batang-batang tebu ditumpuk tinggi di atas gerobak. Jalan yang dilalui belum beraspal.
Rijksmuseum memperkirakan foto itu berasal dari rentang 1890–1935 dan mengaitkan pembuatannya dengan fotografer Onnes Kurkdjian. Rentang tersebut merupakan perkiraan penanggalan koleksi, sehingga tahun pemotretannya belum dapat disebut secara pasti.
Jejak gula di Babakan
Untuk melihat konteks setempat, perhatian dapat diarahkan ke Babakan. Di wilayah inilah PG Tersana Baru berada. Penelitian Tresna Mellinda dari Universitas Jenderal Soedirman, yang dilakukan pada Maret–April 2017, mencatat lokasi pabrik di Desa Babakan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon. Penelitian tersebut mengkaji usaha pengolahan gula dengan menggunakan data perusahaan selama 2007–2016.
Peninggalan yang menjadi bahan penelitian juga mencakup bangunan tempat tinggal pengelola pabrik. Dalam kajian berjudul Rumah Administratur Pabrik Gula Tersana Baru Cirebon: Bentuk dan Gaya Arsitektur, Octaviadi Abrianto mendokumentasikan rumah dinas administratur beserta bagian-bagiannya.
Bangunan itu mempunyai serambi depan dengan delapan tiang. Ruang-ruang fungsionalnya dihubungkan dengan selasar beratap. Dokumentasi tersebut memberi gambaran bahwa lingkungan pabrik memiliki susunan ruang untuk kegiatan produksi sekaligus tempat tinggal pengelolanya.
Tebu masih masuk ke Tersana Baru
Catatan tentang kegiatan gula di Babakan berlanjut sampai sekarang. Publikasi resmi Perhutani tertanggal 25 Mei 2026 mencatat pelaksanaan Selamatan Giling 2026 di PG Tersana Baru, Kecamatan Babakan.
Dalam publikasi itu, Administratur KPH Balapulang, Angkat Wijanto, menjelaskan bahwa pasokan tebu berasal dari wilayah BKPH Margasari dan BKPH Larangan. Perhutani menyebut kerja sama pasokan bahan baku tersebut berlangsung sejak 2023.
Keterangan itu memperlihatkan hubungan antara pabrik di Babakan dan daerah pemasok tebunya. Untuk memahami kegiatan pabrik, kebun serta perjalanan bahan bakunya juga perlu diperhatikan.
Foto gerobak sapi tadi merekam salah satu bagian perjalanan tersebut pada masa lalu. Nama orang-orang di dalamnya tidak tercantum dalam katalog. Namun, pekerjaan mereka terlihat jelas: membawa tebu menuju proses berikutnya, sebelum akhirnya menjadi gula.









Tulis komentar Anda…Beri Komentar