ADACIREBON – Hujan deras disertai gemuruh petir mengguyur wilayah perkotaan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Kamis (29/10/2026) malam. Turunnya hujan disambut lega warga setelah hampir enam bulan menghadapi cuaca panas dan kemarau panjang.

Hujan mulai turun sekitar pukul 22.40 WIB dan berlangsung kurang lebih 20 menit dengan intensitas cukup tinggi.

Guyuran hujan yang datang tiba-tiba itu mengejutkan sejumlah pengguna jalan dan warga yang masih beraktivitas di luar rumah.

Hujan Deras di Indramayu Disambut Syukur Warga

Ramadan (40), warga Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, mengaku terkejut ketika hujan deras turun saat dirinya masih dalam perjalanan pulang.

“Kaget. Nggak nyangka. Lagi di jalan tiba-tiba hujan deras. Langsung ngebut pulang,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya menyambut turunnya hujan dengan rasa syukur. Sejak Minggu (25/10/2026), cuaca di wilayah Indramayu terasa gerah meskipun langit kerap diselimuti mendung tebal.

“Ini yang ditunggu-tunggu warga dari kemarin. Akhirnya turun hujan juga,” ungkap Khaerudin (60), warga Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu.

Selain hujan deras, suara “geluduk” atau gemuruh petir terdengar menggelegar pada malam tersebut.

Tadi (23), warga Lemah Abang, mengaku baru kembali mendengar suara petir setelah sekian lama melewati musim kemarau.

“Ini suara petir pertama yang terdengar sejak musim kemarau,” tuturnya.

Penjelasan BMKG tentang Potensi Hujan

Berdasarkan keterangan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati yang menjadi bahan pemberitaan ini, potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Ciayumajakuning, termasuk Indramayu, berkaitan dengan dinamika atmosfer dan tingginya labilitas udara pada skala lokal.

Kabupaten Indramayu disebut berada dalam masa peralihan menuju musim hujan, yang diprakirakan berlangsung secara bertahap pada November 2026.

Kondisi atmosfer yang lembap dan labil mendukung pertumbuhan awan konvektif, termasuk Cumulonimbus, yang dapat menghasilkan hujan lebat disertai petir.

Hujan dengan intensitas tinggi juga dapat terjadi secara mendadak dalam durasi relatif singkat.

Warga Diimbau Waspadai Dampak Cuaca

Menghadapi masa peralihan musim, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.

Warga diminta memperhatikan kemungkinan genangan air serta kondisi jalan yang licin setelah hujan.

Masyarakat juga diimbau mulai membersihkan saluran air atau drainase di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko luapan air dan banjir saat curah hujan meningkat.***