adacirebon.com – Mamat Rahmat resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cirebon periode 2026-2029.
Ia mendapat mandat memimpin organisasi profesi wartawan tersebut melalui Konferensi Daerah (Konferda) PWI Kabupaten Cirebon yang berlangsung di Kantor Bupati Cirebon, Rabu (7/10/2026).
Mamat akan menjalankan kepemimpinan bersama Ismail Marzuki yang dipercaya sebagai sekretaris dan Zezen Zainudin Ali sebagai bendahara.
Kepengurusan baru tersebut membawa tantangan besar di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Konferda PWI Kabupaten Cirebon 2026 mengangkat tema “Bersatu, Beradaptasi dan Berdaya: Membangun Profesionalisme Wartawan di Era Disrupsi Digital.”
Tema tersebut menjadi gambaran tantangan yang kini dihadapi wartawan, terutama dalam mempertahankan kualitas jurnalistik ketika teknologi mengubah cara masyarakat memproduksi dan mengonsumsi informasi.
Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PWI Kabupaten Cirebon untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi anggota, serta menjaga profesionalisme wartawan di tengah persaingan industri media yang semakin dinamis.
Tantan Sulthoni Dorong Wartawan Terus Tingkatkan Kompetensi
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthoni meminta kepengurusan baru PWI Kabupaten Cirebon menjaga soliditas internal organisasi.
Menurutnya, kekuatan organisasi profesi tidak hanya bergantung pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kemampuan seluruh anggota untuk bergerak bersama.
“Memang kemajuan organisasi itu dilihat dari pengurusnya yang solid. Saya yakin ketika teman-teman Kabupaten Cirebon ini solid, organisasi akan maju,” kata Tantan.
Ia menilai perkembangan teknologi digital dan AI menuntut wartawan untuk terus memperbarui pengetahuan.
Perubahan tersebut tidak seharusnya dipandang hanya sebagai ancaman terhadap profesi jurnalistik, tetapi juga sebagai tantangan untuk meningkatkan kemampuan.
Wartawan, kata Tantan, perlu menguasai perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
Ketepatan informasi, independensi, verifikasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap kode etik tetap menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya jurnalistik.
“Yang paling utama, kita harus tetap terus belajar, harus terus meng-upgrade diri, sehingga nilai-nilai profesi kita, nilai-nilai marwah PWI itu akan semakin kuat,” ujarnya.
Tantan juga meminta kepengurusan baru mengarahkan kegiatan organisasi pada program yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia wartawan.
“Yang paling penting kegiatan-kegiatannya itu jangan hanya sekadar seremonial, tapi harus meng-upgrade SDM teman-teman wartawan, sehingga kita bisa beradaptasi dengan teknologi,” katanya.
Pesan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru.
Di tengah perubahan algoritma media, perkembangan platform digital dan penggunaan AI dalam produksi konten, wartawan dituntut memiliki kemampuan yang semakin beragam.
Wakil Bupati Cirebon Tekankan Kolaborasi Media dan Pemerintah
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman atau Jigus turut mengapresiasi pelaksanaan Konferda PWI Kabupaten Cirebon.
Ia menilai media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Jigus, pembangunan Kabupaten Cirebon membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong kemajuan daerah, sehingga kolaborasi antara pemerintah, media, dunia usaha dan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembangunan.
“Pembangunan Kabupaten Cirebon ini tentunya bisa lebih baik dan maju ketika ada kolaborasi pentahelik,” kata Jigus.
Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers terus berkembang secara konstruktif.
Media dapat menjalankan fungsi kontrol sekaligus menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara akurat dan proporsional.
“Kita bareng-bareng membangun Cirebon agar Kabupaten Cirebon ini ke depan bisa lebih baik dan tentunya lebih maju lagi,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut tetap membutuhkan batas yang jelas.
Kemitraan antara pers dan berbagai pihak tidak boleh menghilangkan independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Mamat Rahmat Siapkan Program Jurnalistik Digital
Mamat Rahmat membawa visi menjadikan PWI Kabupaten Cirebon sebagai organisasi profesi yang profesional, sejahtera, berdaya dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Untuk mewujudkan visi tersebut, kepengurusan periode 2026-2029 menyiapkan sejumlah agenda peningkatan kompetensi anggota.
Pendidikan dan pelatihan wartawan menjadi salah satu program yang akan diperkuat, termasuk sertifikasi dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Pengurus baru juga akan mendorong peningkatan kemampuan jurnalistik digital.
Materinya mencakup multimedia, produksi video, pengolahan data, Search Engine Optimization (SEO), media sosial hingga pemanfaatan AI secara etis dalam kerja jurnalistik.
Penguasaan teknologi menjadi penting karena pola konsumsi informasi masyarakat terus berubah.
Wartawan tidak lagi hanya dituntut mampu menulis berita untuk media konvensional, tetapi juga memahami karakteristik berbagai platform digital.
Meski demikian, pemanfaatan AI tidak boleh menggantikan tanggung jawab profesional wartawan.
Teknologi dapat membantu proses kerja, tetapi verifikasi fakta, penentuan sudut pandang, konfirmasi narasumber dan keputusan editorial tetap membutuhkan kompetensi manusia.
Perlindungan dan Kesejahteraan Wartawan Jadi Agenda
Selain meningkatkan kompetensi, kepengurusan Mamat Rahmat juga menempatkan perlindungan dan advokasi wartawan sebagai salah satu agenda organisasi.
PWI Kabupaten Cirebon periode 2026-2029 akan memperkuat pendampingan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai ketentuan hukum dan Kode Etik Jurnalistik.
Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan anggota memahami hak sekaligus tanggung jawab profesinya.
Agenda kesejahteraan anggota juga masuk dalam visi kepengurusan baru.
PWI Kabupaten Cirebon akan mendorong akses perlindungan sosial, memperluas jejaring dan kemitraan, serta membuka peluang peningkatan kapasitas ekonomi wartawan.
Mamat juga ingin menjadikan sekretariat PWI Kabupaten Cirebon sebagai rumah bersama bagi wartawan.
Tempat tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pusat administrasi organisasi, tetapi berkembang menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi dan membangun kolaborasi.
Dalam menjalankan program, PWI Kabupaten Cirebon akan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas serta berbagai lembaga lainnya.
Namun, kerja sama tersebut tetap akan berjalan dengan menjaga independensi pers. Prinsip tersebut menjadi penting agar kemitraan organisasi tidak mengganggu kebebasan wartawan dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
Kepengurusan Mamat Rahmat kemudian membawa tagline “PWI Kabupaten Cirebon Makin Profesional, Makin Terlindungi, Makin Sejahtera.” Tagline tersebut menjadi arah bagi organisasi dalam menjalankan program selama periode kepemimpinan 2026-2029.
Konferda yang berlangsung di Kantor Bupati Cirebon itu pun menandai dimulainya kepengurusan baru PWI Kabupaten Cirebon.
Tantangan berikutnya bukan sekadar menjalankan agenda organisasi, melainkan memastikan setiap program benar-benar meningkatkan kapasitas wartawan dan memperkuat profesionalisme pers di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.













Tulis komentar Anda…Beri Komentar