adacirebon.com- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (28/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program revitalisasi gedung sekolah yang dibiayai APBN berjalan sesuai rencana.
Salah satu sekolah yang dikunjungi yakni SDN 1 Kedungjaya yang telah menerima anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk merevitalisasi 12 ruang kelas, sembilan toilet, satu ruang perpustakaan dan dua ruang administrasi.
Abdul Mu’ti mengatakan progres pembangunan di SDN 1 Kedungjaya telah berjalan, meski saat kunjungan berlangsung baru mencapai sekitar 20 persen.
Menurutnya, pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan sehingga fasilitas sekolah dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Adanya revitalisasi di SDN 1 Kedungjaya ini diharapkan sarana pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi. Untuk revitalisasi ini menggunakan swakelola, pembangunan dikelola oleh kepala sekolah dan melibatkan masyarakat,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan.
82 SD Dapat Bantuan Revitalisasi
Abdul Mu’ti pun mengatakan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Cirebon pada 2026 tidak hanya menyasar SDN 1 Kedungjaya.
Sebanyak 82 SD di Kabupaten Cirebon mendapatkan program revitalisasi yang bersumber dari APBN.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp44 miliar.
Menurut Abdul Mu’ti, bantuan tersebut diprioritaskan untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Program revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus memberikan fasilitas yang lebih layak bagi siswa dan tenaga pendidik.
Pelaksanaan pembangunan di sejumlah sekolah dilakukan melalui mekanisme swakelola.
Dalam skema tersebut, pengelolaan pekerjaan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Mendikdasmen Sebut Pelaksanaan MBG Berjalan Baik
Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti juga menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon.
Dia menyebut pelaksanaan MBG di sekolah yang dikunjunginya berjalan dengan baik. Menurutnya, pelaksanaan program tersebut telah berlangsung selama sekitar dua tahun di sekolah yang menjadi lokasi kunjungan.
Abdul Mu’ti mengaku melihat langsung antusiasme siswa ketika menikmati menu MBG.
Dia juga mengatakan menu yang disajikan telah memperhatikan unsur gizi, termasuk sayuran dan sumber protein.
“Anak-anak semangat menikmati menu-menu MBG. Menu yang disajikan juga sesuai arahan dari Presiden, memenuhi syarat gizi, ada sayuran, protein dan lainnya,” ujarnya.
Bupati Cirebon Minta Bantuan Ditambah
Sementara itu, Bupati ujarnya, Imron yang mendampingi kunjungan Mendikdasmen mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Cirebon.
Imron berharap dukungan anggaran dan program untuk sekolah di Kabupaten Cirebon dapat terus ditingkatkan.
“Terima kasih Pak Menteri, semoga bantuan untuk Kabupaten Cirebon ditambahkan lagi,” kata Imron.
Dia menyebut bantuan pendidikan pada 2026 mencakup berbagai jenjang. Selain 82 SD, terdapat 33 SMP dan 77 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang juga mendapatkan bantuan.
Menurut Imron, dukungan tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki sarana pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Cirebon.
Kunjungan Mendikdasmen tersebut menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program pendidikan di daerah, khususnya revitalisasi sarana sekolah yang mengalami kerusakan berat.













Tulis komentar Anda…Beri Komentar