adacirebon.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon menanam 2.500 bibit mangrove di kawasan Pantai Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

Penanaman mangrove tersebut digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI. Selain mendukung penghijauan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah mitigasi bencana di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon yang menghadapi berbagai persoalan lingkungan.

Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Sri Heviyana, mengatakan pihaknya memilih Mundu Pesisir setelah meninjau sejumlah kawasan pantai yang membutuhkan penghijauan.

Hasil survei menunjukkan wilayah tersebut masih memiliki lahan yang memungkinkan untuk ditanami mangrove.

“PMI tidak hanya bergerak dalam penanganan bencana, tetapi juga ingin ikut melestarikan lingkungan hidup,” kata Heviyana.

Menurutnya, penanaman mangrove merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

Heviyana pun berharap ribuan bibit yang ditanam di Mundu Pesisir dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.

Ia juga melihat potensi pengembangan wisata berbasis lingkungan apabila kawasan pesisir dikelola secara tepat.

“Kami melihat masih ada lahan yang perlu ditanami mangrove. Harapannya, tanaman ini bermanfaat untuk perlindungan pesisir sekaligus mendukung pengembangan wisata desa,” ujarnya.

Namun, manfaat tersebut tidak bisa diperoleh hanya dengan menanam bibit dalam jumlah besar.

Tanaman membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai dan perawatan agar mampu bertahan hidup hingga tumbuh dewasa.

Pemeliharaan Bibit Menjadi Tantangan Utama

PMI Kabupaten Cirebon menilai pemeliharaan menjadi faktor penting setelah kegiatan penanaman selesai.

Tanpa perawatan yang memadai, sebagian bibit berisiko mati sebelum berkembang menjadi vegetasi yang mampu memberikan manfaat ekologis.

Karena itu, Heviyana mengajak pemerintah desa dan masyarakat setempat terlibat langsung dalam menjaga mangrove yang telah ditanam.

Keterlibatan warga diperlukan agar upaya penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam peringatan hari jadi organisasi.

Pemeliharaan dapat mencakup pemantauan pertumbuhan bibit, penggantian tanaman yang mati, serta perlindungan dari gangguan yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

Penyesuaian jenis mangrove dengan kondisi lahan dan karakteristik perairan juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan rehabilitasi pesisir.

“Kami berharap mangrove ini menjadi investasi lingkungan bagi generasi penerus dan membantu mengurangi risiko bencana di kawasan pesisir,” katanya.

Harapan tersebut menempatkan keberhasilan program bukan hanya pada jumlah bibit yang ditanam, melainkan juga pada tingkat kelangsungan hidup tanaman dan manfaat yang dihasilkan dalam beberapa tahun mendatang.

PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Tandon

Selain melakukan penghijauan, PMI Kabupaten Cirebon menyalurkan bantuan air bersih dan tandon penampungan kepada masyarakat Mundu Pesisir.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama ketika pasokan air bersih di wilayah pesisir terbatas.

Dukungan tersebut melengkapi kegiatan penanaman mangrove yang berfokus pada perlindungan lingkungan.

Melalui dua kegiatan itu, PMI berupaya merespons kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi kawasan pesisir.

Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, bantuan air dan fasilitas penampungan diharapkan dapat membantu warga menghadapi keterbatasan pasokan, meskipun keberlanjutan pemenuhan kebutuhan air tetap memerlukan pengelolaan yang baik.

Pada kesempatan yang sama, Heviyana juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan Pantai Mundu Pesisir.

Menurutnya, sampah yang menumpuk di kawasan pantai tidak seluruhnya berasal dari aktivitas masyarakat setempat.

Sebagian sampah terbawa arus laut dan gelombang pasang dari wilayah lain, sehingga penanganannya membutuhkan kepedulian bersama.

“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan pantai dan membuang sampah pada tempatnya, sehingga lingkungan pesisir tetap terjaga,” tegasnya.

Pemerintah Desa dan Warga Didorong Terlibat

Kuwu Mundu Pesisir, Khaerun, mengapresiasi penanaman mangrove dan bantuan air bersih yang disalurkan PMI Kabupaten Cirebon.

Ia menilai kedua kegiatan tersebut memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, baik dari sisi perlindungan lingkungan maupun pemenuhan kebutuhan dasar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua PMI Kabupaten Cirebon beserta jajaran atas bantuan dan kepeduliannya kepada masyarakat Mundu Pesisir,” ujar Khaerun.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan pemerintah desa dan warga dalam menjaga hasil kegiatan.

Penanaman mangrove membutuhkan dukungan masyarakat agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dan berkembang sesuai harapan.

Di sisi lain, persoalan sampah juga memerlukan penanganan secara konsisten melalui kebiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, serta kerja sama lintas wilayah apabila sampah berasal dari luar kawasan desa.

Dengan penanaman 2.500 bibit mangrove dan penyaluran bantuan air bersih, PMI Kabupaten Cirebon mendorong upaya perlindungan pesisir yang menyentuh aspek lingkungan dan kebutuhan warga.

Keberlanjutan program di Mundu Pesisir akan sangat bergantung pada pemeliharaan tanaman, kepedulian masyarakat, serta dukungan pemerintah desa dalam menjaga kawasan pantai.