ADACIREBON – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan transformasi besar-besaran kawasan bersejarah Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Kawasan perdagangan legendaris yang telah berdiri sejak era kolonial tersebut direncanakan menjadi pusat belanja dan wisata pedestrian modern dengan konsep menyerupai Myeongdong, salah satu destinasi belanja populer di Seoul, Korea Selatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, penataan Pasar Baru akan mengedepankan wajah kawasan yang lebih modern, bersih, tertata, serta ramah bagi pejalan kaki.
Meski mengadopsi nuansa Myeongdong, revitalisasi tetap mempertahankan nilai sejarah dan karakter arsitektur cagar budaya yang menjadi identitas kawasan tersebut.
Menurut Pramono, transformasi ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik Pasar Baru sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner di Jakarta.
“Kami ingin menghidupkan kembali denyut ekonomi dan daya tarik Pasar Baru,” ujar Pramono.
Konsep Myeongdong, Pasar Baru Ramah Pejalan Kaki
Dalam konsep penataannya, Pasar Baru akan mendapatkan pembaruan lanskap visual melalui pengaturan pencahayaan atau lighting, pemasangan papan informasi (signage) yang artistik, hingga penataan etalase toko agar terlihat lebih menarik.
Pemprov DKI juga berencana menghadirkan kawasan bebas kendaraan atau pedestrian zone yang nyaman bagi pengunjung.
Area kuliner jalanan atau street food turut menjadi perhatian, dengan konsep yang lebih higienis, tertata, dan estetis.
Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana kawasan belanja yang hidup, terutama pada sore hingga malam hari.
Pramono menilai, pendekatan visual modern ini dapat menarik kembali minat generasi muda dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Pasar Baru.
Dengan demikian, kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan legendaris tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga destinasi wisata kuliner dan ruang interaksi masyarakat.
Pasar Baru Direncanakan Terintegrasi dengan MRT Jakarta
Selain pembaruan wajah kawasan, aspek aksesibilitas menjadi salah satu fokus utama dalam rencana transformasi Pasar Baru.
Pemprov DKI Jakarta merencanakan integrasi kawasan wisata dengan jaringan transportasi massal, khususnya MRT Jakarta.
Konsep pengembangan berbasis transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD) diharapkan mempermudah mobilitas pengunjung menuju sejumlah destinasi wisata unggulan.
Melalui konsep tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat menjangkau kawasan wisata dengan lebih mudah tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Pramono menjelaskan, konektivitas transportasi publik akan menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang praktis, aman, dan nyaman.
“Dari stasiun MRT, warga bisa langsung menikmati suasana walking street di Pasar Baru yang bernuansa Myeongdong,” ungkapnya.
Integrasi transportasi ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, sekaligus menekan persoalan kemacetan dan keterbatasan lahan parkir di kawasan pusat kota.
Penataan Pasar Baru Libatkan Pedagang Lokal
Pemprov DKI Jakarta juga berencana melibatkan berbagai pihak dalam proses penataan Pasar Baru, mulai dari pemilik toko, pengrajin, hingga komunitas pedagang lokal.
Keterlibatan pelaku usaha dinilai penting agar transformasi kawasan tidak hanya berorientasi pada perubahan fisik dan estetika, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.
Dengan penataan yang lebih modern, peningkatan akses transportasi publik, serta penguatan potensi wisata belanja dan kuliner, Pasar Baru diharapkan kembali menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata unggulan di Ibu Kota.
Jika terealisasi sesuai rencana, wajah baru Pasar Baru berpotensi menghadirkan pengalaman wisata perkotaan yang memadukan nuansa modern ala Myeongdong dengan kekayaan sejarah Jakarta.***











Tulis komentar Anda…Beri Komentar