Perawat Mengaku Mengalami Luka di Wajah
Sebelumnya, seorang perawat berinisial T (30), warga Kabupaten Majalengka, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang dokter spesialis di lingkungan RS Sumber Waras, tempatnya bekerja.
T mengaku mengalami luka setelah dipukul dan ditendang.
Ia menyebut bagian hidungnya berdarah, sementara wajah dan tubuhnya mengalami lebam akibat kejadian tersebut.
Menurut penuturan T, dugaan kekerasan itu berkaitan dengan persoalan hubungan pribadi antara dirinya dan dokter yang dilaporkan.
Ia mengaku pernah menjalin hubungan dengan dokter tersebut, tetapi ingin mengakhirinya karena telah memiliki pasangan baru dan berencana membangun hubungan yang lebih serius.
Persoalan kemudian mencuat setelah dokter tersebut mempertanyakan sebuah foto yang dikirimkan kepadanya.
Menurut T, foto itu memperlihatkan dirinya bersama pasangan barunya.
“Malam itu beliau menghubungi saya dulu, pelaku telepon, minta saya klarifikasi masalah foto yang dikirim ke beliau. Saya pun mencoba untuk menjelaskannya,” tutur T.
T mengatakan, setelah keduanya bertemu di rumah sakit dan membicarakan persoalan tersebut, dokter itu tetap tidak menerima keputusannya untuk mengakhiri hubungan mereka.
Ia kemudian mengaku mengalami pemukulan di bagian hidung hingga mimisan.
Ketika berusaha meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri, T menyebut dokter tersebut kembali menariknya ke ruangan.
“Awalnya dipukul pada bagian hidung hingga mengalami mimisan. Saat dokter bilang mengambil tisu, saya berusaha keluar dari lokasi kejadian untuk menyelamatkan diri, tapi yang bersangkutan keburu datang dan menarik saya ke ruangan itu lagi,” kata T.
Menurut pengakuannya, kondisi tubuhnya saat itu sudah lemah sehingga kesulitan menyelamatkan diri.
Meski demikian, seluruh keterangan mengenai kejadian tersebut masih perlu diuji melalui proses penyelidikan dan pembuktian sesuai ketentuan hukum.













Tulis komentar Anda…Beri Komentar